Amien Rais: Prabowo dan Jokowi Itu Sebelas-Dua Belas. Prabowo Bukan Lagi Bagian Masalah, Dia Adalah Masalahnya
Ingatan Amien Rais melayang ke masa lalu. Menjelang 21 Mei 1998, saat Presiden Soeharto akhirnya lengser ke Perabon, seorang wartawan asing menanyainya. Pertanyaannya sederhana tapi mendasar: apa sebenarnya masalah yang dihadapi rakyat Indonesia?
“Waktu itu saya jawab,” ujar Amien, “kurang lebih soal pengangguran yang makin meruas, kemiskinan yang merata, rasa tidak aman, dan masa depan yang suram.”
Namun, ada satu poin yang dia sampaikan dengan tegas kala itu. Menurutnya, Soeharto yang sudah berkuasa 32 tahun bukan lagi sekadar bagian dari persoalan.
“Saya katakan, Pak Harto is not a part of the problem, he is the problem. Beliau itulah masalah pokoknya.”
Kini, setelah lebih dari dua dekade berlalu, Amien merasa menemukan kemiripan yang mencolok. Dia mengaku melihat pola yang sama. Sasaran kritiknya kali ini adalah Presiden Prabowo Subianto.
Menurut pengamatannya, kinerja Prabowo sejak dilantik pada 20 Oktober 2024, bersama wakilnya Gibran Rakabuming Raka, dinilainya kurang greget. “Yang plonga-plonga itu,” selanya. Puncak kekecewaannya tampak saat menyoroti penanganan bencana banjir dahsyat di tiga provinsi Sumatera akhir November lalu. Respons pemerintah, dalam pandangannya, lamban dan tidak tegas.
Dari rangkaian pengamatan itulah Amien Rais sampai pada satu kesimpulan yang terdengar familiar.
“Saya bisa mengatakan Presiden Prabowo bukan lagi bagian dari masalah, tetapi beliau adalah masalah.”
Bagi Amien, situasi politik sekarang ini mirip dengan era akhir Orde Baru. Prabowo dan Jokowi, dalam analisisnya, adalah “11-12”. Sama saja. Dia tak lagi melihat perbedaan substantif antara keduanya. Justru, kepemimpinan Prabowo dianggapnya sebagai kelanjutan dari masalah yang sudah ada, bahkan mungkin puncaknya.
Pernyataan keras ini disampaikan Amien dalam sebuah video yang beredar. Dalam rekaman itu, eksponen reformasi 1998 itu terlihat menyampaikan pandangannya dengan nada yang tegas dan penuh kekhawatiran.
Artikel Terkait
21 Wisatawan Terjebak Banjir Bandang di Sungai Usa Bone Berhasil Dievakuasi Selamat
Kondisi Nadiem Makarim Membaik Usai Operasi, Tetap Siap Baca Pleidoi Pekan Depan
Pemerintah Siapkan Rp4,97 Triliun untuk Subsidi Beras SPHP 2026, Batas Pembelian Konsumen Diperlonggar
Wali Kota Makassar Resmikan Sekretariat Baru IKA FH Unhas, Aktifkan Kembali Organisasi yang Sempat Vakum