Harga minyak dunia sedang tidak karuan. Lonjakan fantastis, hampir 40 persen, membuat pasar kalang kabut. Pemicunya jelas: Selat Hormuz, jalur laut super vital itu, macet total. Iran memutuskan menutupnya, sambil melancarkan serangan ke sejumlah fasilitas energi di kawasan Teluk. Situasinya makin panas.
Nah, di tengah kekacauan ini, Donald Trump angkat bicara. Lewat akun Truth Social-nya, mantan Presiden AS itu mendesak negara-negara lain untuk turun tangan. Intinya, bantu kami amankan Selat Hormuz.
"Banyak negara akan mengirimkan kapal perang, bersama dengan Amerika Serikat, untuk menjaga Selat tetap terbuka dan aman,"
tulis Trump. Dia memang tak menyebut nama-nama spesifik. Tapi pesannya jelas ditujukan ke sejumlah kekuatan global.
"Semoga China, Prancis, Jepang, Korea Selatan, Inggris, dan negara-negara lain yang terdampak oleh blokade ini akan mengirimkan kapal ke wilayah tersebut,"
imbuhnya. Seruan ini bukan tanpa alasan. Perang antara AS-Israel dengan Iran, yang pecah akhir bulan lalu, benar-benar melumpuhkan arteri energi dunia.
Sebelum konflik meletus, bayangkan, sekitar seperlima dari minyak mentah yang beredar di planet ini harus melewati selat sempit itu setiap harinya. Itu volume yang sangat besar. Bukan cuma minyak, sebenarnya. Gas alam, pupuk, bahkan helium untuk balon semua mengandalkan Hormuz sebagai jalur utama ekspor.
Kini, semuanya terhenti. Trump sepertinya ingin beban ini ditanggung bersama. Apakah seruannya akan ditanggapi? Itu pertanyaan besar. Yang pasti, dunia sedang menunggu dengan napas tertahan, sambil memandang ke arah Teluk Persia yang mencekam.
Artikel Terkait
Pengamat Sebut Pembebasan PPN Tiket Pesawat Domestik Bisa Tekan Harga dan Dongkrak Konektivitas Nasional
Koalisi Jaksa Agung AS Buka Penyelidikan Besar-besaran terhadap OpenAI
Pemulangan Jamaah Haji Indonesia 2026 Capai 79.438 Orang, Kemenag Jaga Layanan hingga Kloter Terakhir
Komdigi Pastikan Gangguan Instagram dan Facebook pada 12 Juni Bersifat Global, Buntut Masalah Sistem META