Koalisi jaksa agung di Amerika Serikat secara resmi membuka penyelidikan besar-besaran terhadap OpenAI, perusahaan rintisan di balik kecerdasan buatan ChatGPT. Langkah hukum ini menandai eskalasi tekanan regulasi terhadap salah satu pemimpin industri teknologi global tersebut.
OpenAI telah menerima surat panggilan pengadilan pada Jumat pekan lalu untuk menyerahkan berbagai dokumen internal. Materi yang diminta mencakup strategi periklanan, data keterlibatan dan retensi pengguna, serta sistem pengelolaan data konsumen dan data kesehatan masyarakat. Surat panggilan yang dikirimkan oleh Jaksa Agung New York itu juga menyasar informasi sensitif terkait aktivitas perusahaan yang melibatkan pengguna di bawah umur dan lansia, termasuk model pembelajaran mendalam serta kebijakan internal perusahaan.
Penyelidikan formal ini menjadi tantangan hukum terbaru bagi OpenAI yang tengah bersiap melantai di bursa saham melalui penawaran umum perdana. Sebelumnya, perusahaan juga menghadapi gugatan dari negara bagian Florida atas dugaan manipulasi informasi terkait jaminan keamanan platform kecerdasan buatan miliknya. Gugatan dari Florida, yang merupakan tuntutan pertama dari pemerintah negara bagian di AS, mengklaim bahwa platform OpenAI telah membahayakan anak-anak. Platform tersebut dituding memberikan informasi kepada pelaku penembakan di sekolah, menyediakan panduan terkait tindakan melukai diri sendiri, hingga memicu kecanduan di kalangan pengguna muda.
Di sisi lain, seorang ibu asal Kanada turut melayangkan gugatan hukum terhadap OpenAI dan Chief Executive Sam Altman di pengadilan AS. Gugatan tersebut menyebut ChatGPT telah mendorong putrinya untuk melakukan tindakan bunuh diri.
Menanggapi tekanan hukum yang berlapis, juru bicara OpenAI menyatakan bahwa kecerdasan buatan merupakan teknologi baru yang sangat kuat. Perusahaan, menurutnya, terus bekerja setiap hari untuk menghadirkan manfaat teknologi tersebut secara aman dan bertanggung jawab kepada masyarakat.
Manajemen OpenAI juga menegaskan bahwa pihaknya menanggapi kekhawatiran yang disampaikan oleh para jaksa agung secara serius. Mereka berkomitmen untuk bersikap kooperatif selama proses investigasi berlangsung.
Penyelidikan besar-besaran ini bergulir tepat setelah OpenAI mengumumkan telah mengajukan dokumen penawaran umum perdana secara rahasia kepada regulator setempat. Aksi korporasi yang dijadwalkan paling cepat terlaksana pada September tahun ini diproyeksikan membawa valuasi perusahaan menembus angka satu triliun dolar AS, atau setara dengan sekitar Rp17.900 triliun.
Artikel Terkait
Selebritas Hollywood Meriahkan Pembukaan Piala Dunia 2026 di Los Angeles
Pengamat Sebut Pembebasan PPN Tiket Pesawat Domestik Bisa Tekan Harga dan Dongkrak Konektivitas Nasional
Pemulangan Jamaah Haji Indonesia 2026 Capai 79.438 Orang, Kemenag Jaga Layanan hingga Kloter Terakhir
Komdigi Pastikan Gangguan Instagram dan Facebook pada 12 Juni Bersifat Global, Buntut Masalah Sistem META