Napoli pulang dari Denmark dengan rasa kecewa. Laga ketujuh fase liga Liga Champions 2025/2026 itu berakhir 1-1 lawan Copenhagen di Stadion Parken, Selasa kemarin. Hanya satu poin yang mereka bawa, hasil yang jelas kurang memuaskan untuk tim sekaliber juara Liga Italia.
Padahal, awal pertandingan memberi sinyal bagus. Scott McTominay berhasil membobol gawang tuan rumah lebih dulu, memanfaatkan kekacauan di kotak penalti Copenhagen. Sayangnya, keunggulan itu cuma bertahan sebentar.
Jordan Larsson dengan cepat menyamakan kedudukan, mengeksploitasi celah di pertahanan Napoli yang lagi lengah. Momentum sempat berbalik menguntungkan Napoli ketika pemain Copenhagen, Thomas Delaney, menerima kartu merah di menit ke-35. Artinya, tim asuhan pelatih baru itu harus bermain dengan sepuluh orang selama sisa pertandingan.
Namun begitu, keunggulan jumlah pemain tak mereka manfaatkan. Selama lebih dari 50 menit, Napoli mendominasi penguasaan bola, tapi serangan mereka mentah. Copenhagen bermain sangat rapat dan disiplin. Mereka bertahan mati-matian, dan strategi itu berhasil. Satu poin krusial berhasil diamankan di depan pendukung sendiri.
Akibatnya, Napoli kini tercecer di peringkat ke-23 klasemen sementara. Koleksi mereka delapan poin dari tujuh laga. Posisinya cuma lebih baik dari Copenhagen di bawahnya, itu pun cuma selisih gol.
Peluang lolos ke babak 16 besar lewat jalur play-off masih ada, sih. Tapi jalannya makin sulit. Di laga terakhir nanti, kemenangan mutlak dibutuhkan. Kalau tidak, mereka harus berharap pada hasil tim lain, situasi yang pasti tidak ingin dialami.
Leverkusen Jatuh di Sarang Olympiacos
Sementara di Piraeus, kejutan lain terjadi. Bayer Leverkusen, tim yang lagi on-fire di liga domestik, justru terpeleset di Stadion Karaiskakis. Mereka tumbang 0-2 dari Olympiacos.
Leverkusen menguasai bola dan permainan, itu jelas. Tapi semua itu percuma. Mereka seperti bermain batu, kesulitan menembus pertahanan Olympiacos yang dibangun sangat rapi. Di sisi lain, tim Yunani itu bermain sangat efisien.
Costinha yang membuka keunggulan, disusul Mehdi Taremi yang mengamankan kemenangan. Dua peluang, dua gol. Klinis banget. Kekalahan ini tentu jadi pukulan buat ambisi Leverkusen melaju ke fase gugur.
Kemenangan ini melambungkan Olympiacos ke peringkat 22 dengan delapan poin. Mereka cuma selisih satu poin dari Leverkusen yang terperosok ke posisi 19. Persaingan di papan tengah jadi makin seru dan nggak bisa ditebak.
Semua Bisa Terjadi di Laga Penentu
Dua hasil itu cuma gambaran kecil. Faktanya, persaingan untuk merebut tiket play-off di fase liga Liga Champions benar-benar ketat sekarang. Banyak tim yang poinnya berdekatan. Margin untuk salah hampir tidak ada.
Laga terakhir nanti akan jadi penentu segala-galanya. Bukan cuma soal menang atau kalah, tapi juga selisih gol, dan tentu saja, hasil dari lapangan lain. Satu kesalahan kecil, impian bisa buyar.
Berikut hasil lengkap pertandingan hari Selasa (20/1) waktu setempat:
- Kairat 1 – 4 Club Brugge
- Bodo/Glimt 3 – 1 Manchester City
- Villarreal 1 – 2 Ajax
- Tottenham 2 – 0 Borussia Dortmund
- Olympiacos 2 – 0 Bayer Leverkusen
- Sporting 2 – 1 PSG
- Inter Milan 1 – 3 Arsenal
- Real Madrid 6 – 1 AS Monaco
- Copenhagen 1 – 1 Napoli
Panas sudah suasananya. Pekan depan, semua akan berakhir. Atau, mungkin, baru benar-benar mulai.
Artikel Terkait
Kontroversi Sprint MotoGP Spanyol: Marc Márquez Menang meski Manuver Pitlane Diprotes Keras Johann Zarco
Indonesia Menang Tipis 3-2 atas Kanada di Piala Uber 2026, Ganda Putri Tiwi/Fadia Jadi Penentu
Pembalap Muda Indonesia Muhammad Kiandra Ramadhipa Finis Ketujuh di Red Bull Rookies Cup 2026
BWF Resmi Tetapkan Sistem Skor 15 Poin per Gim Mulai 2027, 198 Negara Setuju