Karcis Parkir Tak Sesuai Picu Pengeroyokan Juru Parkir di Makassar

- Kamis, 09 April 2026 | 09:00 WIB
Karcis Parkir Tak Sesuai Picu Pengeroyokan Juru Parkir di Makassar

Masalah juru parkir di Makassar memang seperti tak ada habisnya. Kali ini, yang jadi sorotan bukan cuma soal tarif atau kelegalan, tapi sebuah insiden kekerasan yang cukup parah. Modusnya pun terbilang baru: membayar parkir motor tapi dikasih karcis mobil. Hal sepele? Ternyata berujung ricuh.

Peristiwanya terjadi Minggu lalu, tepatnya di Jalan Boulevard, kawasan Panakukang. Sekitar pukul empat sore, suasana yang seharusnya biasa saja berubah jadi mencekam. Seorang sopir berinisial AH diminta bayar Rp 3.000 untuk parkir motornya. Ia bayar, terima karcis, lalu baru sadar. Karcis yang dipegangnya itu untuk mobil.

Merasa ditipu, AH protes. Katanya ke juru parkir berinisial I itu, lain kali kalau datang lagi ya enggak bakal bayar. Soalnya karcisnya enggak sesuai. Bukannya klarifikasi, sang jukir malah langsung main tangan. Pukulan menghantam wajah AH.

Tak terima, AH pun menelepon rekannya, Serda (KC) S, seorang anggota Komcad, untuk minta bantuan.

"Sesampainya di lokasi, saya coba tanya apa yang sebenarnya terjadi. Soalnya lihat kondisi teman saya sudah seperti itu," ujar S, menceritakan awal mula kedatangannya.

Namun bukannya menjawab, pelaku I justru seperti merasa tertantang. Dia lari, memanggil beberapa rekan-rekannya yang ada di sekitar lokasi. Adu mulut tak terhindarkan, dan situasi yang sudah panas itu akhirnya meledak jadi perkelahian fisik. Jumlah mereka yang lebih banyak membuat kedua korban, AH dan S, tak berkutik. Mereka dikeroyok habis-habisan.

Usai aksi itu, para pelaku kabur meninggalkan tempat. Kedua korban pun dilarikan dengan kondisi lebam dan luka-luka, lalu melaporkan kejadian ini ke Polsek Panakukang.

Kapolsek Panakukang, Uji Mughni, mengonfirmasi laporan tersebut. "Untuk yang ada saat ini luka memar di mata sebelah kanan. Dan yang luka parah sebetulnya Komcad itu. Tapi, karena yang melapor salah satu driver (supir), tetap kita proses itu (korban S), mengacu pada laporannya," jelasnya.

Menurut penyelidikan sementara, motifnya cuma kesalahpahaman sepele soal parkir. Tapi, ada beberapa hal lain yang masih digali polisi. Status si juru parkir, apakah resmi atau ilegal, masih dalam pemeriksaan. Mereka juga sedang mengamankan rekaman CCTV dari lokasi.

"Motif penganiayaan yaitu persoalan kesalahpahaman perparkiran. Kalau terkait itu (status jukir), kami belum konfirmasi terkait legal atau tidak. Itu ada CCTV yang beredar juga, ada lebih dari satu orang pelakunya," tambah Mughni.

Saat ini baru satu pelaku yang berhasil diamankan. Tapi polisi menegaskan penyelidikan masih berjalan. Jika ada pelaku lain yang teridentifikasi, pengejaran akan dilakukan. Pasal yang akan dikenakan pun masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut, apakah memenuhi unsur pengeroyokan atau penganiayaan biasa.

Insiden di Boulevard ini kembali membuka kotak pandora persoalan parkir di Makassar. Mulai dari tarif semena-mena, penggunaan QRIS abal-abal, sampai kini kekerasan fisik. Masyarakat seolah harus ekstra waspada, bukan cuma pada kendaraannya, tapi juga pada keselamatan diri sendiri saat berurusan dengan oknum juru parkir yang tak bertanggung jawab.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar