Masalah juru parkir di Makassar memang seperti tak ada habisnya. Kali ini, yang jadi sorotan bukan cuma soal tarif atau kelegalan, tapi sebuah insiden kekerasan yang cukup parah. Modusnya pun terbilang baru: membayar parkir motor tapi dikasih karcis mobil. Hal sepele? Ternyata berujung ricuh.
Peristiwanya terjadi Minggu lalu, tepatnya di Jalan Boulevard, kawasan Panakukang. Sekitar pukul empat sore, suasana yang seharusnya biasa saja berubah jadi mencekam. Seorang sopir berinisial AH diminta bayar Rp 3.000 untuk parkir motornya. Ia bayar, terima karcis, lalu baru sadar. Karcis yang dipegangnya itu untuk mobil.
Merasa ditipu, AH protes. Katanya ke juru parkir berinisial I itu, lain kali kalau datang lagi ya enggak bakal bayar. Soalnya karcisnya enggak sesuai. Bukannya klarifikasi, sang jukir malah langsung main tangan. Pukulan menghantam wajah AH.
Tak terima, AH pun menelepon rekannya, Serda (KC) S, seorang anggota Komcad, untuk minta bantuan.
"Sesampainya di lokasi, saya coba tanya apa yang sebenarnya terjadi. Soalnya lihat kondisi teman saya sudah seperti itu," ujar S, menceritakan awal mula kedatangannya.
Namun bukannya menjawab, pelaku I justru seperti merasa tertantang. Dia lari, memanggil beberapa rekan-rekannya yang ada di sekitar lokasi. Adu mulut tak terhindarkan, dan situasi yang sudah panas itu akhirnya meledak jadi perkelahian fisik. Jumlah mereka yang lebih banyak membuat kedua korban, AH dan S, tak berkutik. Mereka dikeroyok habis-habisan.
Artikel Terkait
Jadwal Musda Golkar Sulsel Tunggu Kepastian dari Pusat
Proyek Wisata Green Topejawa Mangkrak, Aktivis Desak Audit Total
Kejari Barru Resmikan Mess Pegawai 16 Kamar, Dukung Program Zero Indekos
Barcelona Tumbang 0-2 dari Atletico Madrid di Leg Pertama Perempat Final