Demokrat Somasi Akun Medsos Tuding SBY Dalang Isu Ijazah Jokowi

- Jumat, 02 Januari 2026 | 10:25 WIB
Demokrat Somasi Akun Medsos Tuding SBY Dalang Isu Ijazah Jokowi

Partai Demokrat akhirnya bergerak. Mereka resmi melayangkan somasi kepada sejumlah akun media sosial yang dengan terang-terangan menuding Susilo Bambang Yudhoyono sebagai dalang di balik gosip ijazah palsu Presiden Joko Widodo. Langkah ini, kata mereka, adalah peringatan keras.

Menurut Ahmad Khoirul Umam dari Badan Riset dan Inovasi Strategis Partai Demokrat, tudingan yang beredar itu bukan sekadar suara biasa dari masyarakat. Polanya terlalu jelas. “Sumber fitnah dan pola disinformasinya sangat berbeda,” ujarnya dalam tayangan Kompas TV, Kamis lalu. “Ini bukan sesuatu yang genuin, tapi sebuah pola fitnah yang disebarkan masif oleh akun-akun anonim.”

Umam melihat prosesnya berulang dan terkoordinasi. Itu yang berbahaya. Bisa merusak reputasi, sekaligus menggerogoti ruang demokrasi yang sehat.

Diakui, SBY sendiri merasa sangat terganggu dengan isu ini. Diam bukanlah pilihan. “Kalau didiamkan, bisa jadi dianggap pembenaran. Bisa menciptakan preseden buruk di mana politik fitnah dinormalisasi,” tegas Umam. Somasi ini bukan cuma soal menjaga kehormatan, tapi juga bagian dari pendidikan politik dalam kebebasan berekspresi.

Lalu, siapa sebenarnya yang ada di balik akun-akun itu? Apakah pendukung Jokowi atau pihak netral? Umam enggan berspekulasi. Yang dia catat, akun-akun itu muncul sporadis. Meski jumlah view-nya tak besar hanya ribuan atau puluhan ribu tapi dampaknya bisa luas. Fitnah, sekali menyebar, bisa berubah jadi ‘kebenaran’ baru yang sulit diluruskan.

“Ini ikhtiar kami untuk klarifikasi,” katanya. “Agar asumsi tidak produktif bisa dihentikan dan kita melangkah ke hal-hal yang lebih bermanfaat.”

Umam juga berharap Kementerian Komunikasi dan Digital punya sistem yang mampu mendeteksi aktor di balik layar. Somasi ini adalah langkah awal, memberi ruang bagi mereka untuk berhenti dan meminta maaf. Tapi jika diabaikan, Partai Demokrat siap membawanya ke ranah hukum. Mereka tak memberi batas waktu khusus, berharap prosesnya berjalan natural.

Sebelumnya, politikus Demokrat Andi Arief sudah lebih dulu angkat bicara. Dalam sebuah video di akun X-nya, Rabu lalu, dia mengaku bertemu SBY. “Pak SBY cukup terganggu dengan isu ini karena tidak benar,” kata Andi. Bahkan SBY dituding berkolaborasi dengan Megawati. “Sama sekali tidak benar. Hubungan Pak SBY dan Pak Jokowi selama ini juga baik.”


Halaman:

Komentar