JAKARTA – Konflik hukum antara Virgoun dan Inara Rusli, mantan istrinya, ternyata belum benar-benar usai. Meski hubungan personal keduanya dikabarkan mulai membaik, urusan di pengadilan masih terus berjalan. Itu yang diakui Virgoun sendiri.
Dia bilang, situasi ini memang harus dihadapi. Tapi di tengah semua proses hukum yang berbelit, Virgoun berusaha keras menjaga komunikasi dengan Inara. Untuk apa? Ya, demi anak-anak mereka. Baginya, urusan rumah tangga yang berantakan tidak boleh sampai mengganggu tanggung jawab sebagai orang tua.
"Lancar-lancar saja kok," ujar Virgoun saat ditemui di Bareskrim Mabes Polri belum lama ini.
Dia lalu memberi contoh. "Kalau memang dia lagi kondisi kan sekarang pembantu lagi pada pulang, kita tok-tokan, saya kirim pembantu ke sana, sudah-sudah seperti itulah."
Di sisi lain, pria bernama lengkap Virgoun Putra Tambunan ini punya harapan besar. Dia ingin konflik hukum ini tidak terus memanas. Virgoun berharap Inara bisa melalui semuanya dengan tenang.
"Mudah-mudahan dia ngerti, mudah-mudahan dia melunak, mudah-mudahan Allah mudahkan semua permasalahan dia pribadi gitu saja," tuturnya.
Memang, suasana masih diwarnai proses hukum. Tapi Virgoun bersikukuh tidak ingin memperkeruh keadaan. Termasuk soal hak asuh anak yang sempat jadi perdebatan. Putusan pengadilan, katanya, harus dihormati dan dijalani dengan baik.
Baginya, kehadiran ibu bagi anak-anaknya tetaplah crucial. "Anak-anak tetap butuh ibunya sampai di umur belasan saya percaya. Kita co-parenting saja sampai anak-anak gede," tegas Virgoun.
Intinya, fokus utama Virgoun sekarang adalah menjaga kestabilan hidup anak-anak di tengah segala keruwetan ini. Dia berharap persoalan hukum segera menemukan titik terang. Tanpa harus merusak hubungan keluarga yang perlahan mulai diperbaiki.
Artikel Terkait
Bus Shalawat Kembali Beroperasi Penuh di Makkah Setelah Sempat Tertunda 12 Jam
Ziva Magnolya Kejutkan Penonton Java Jazz 2026 dengan Lagu Legendaris ‘Spain’
Vilmei Buka Suara soal Putus dari Willie Salim, Singgung soal Kurang Dihargai
Dokter Tegaskan Vaksin Meningitis dan Japanese Encephalitis Berbeda, Pemberiannya Sesuai Risiko Perjalanan