Dari ruang perawatan intensifnya, sebuah pesan penuh semangat disampaikan Andrie Yunus. Wakil Koordinator KontraS itu menjadi korban serangan air keras beberapa waktu lalu. Pesannya, yang dibagikan lewat akun resmi organisasinya pada Rabu (1/4), berisi ucapan terima kasih dan tekad yang tak goyah.
"Halo kawan-kawan, terima kasih atas segala bentuk dukungan yang telah diberikan kepada saya untuk menghadapi teror dari orang-orang yang pengecut," bunyi pesan yang dikutip KontraS itu.
Ia menambahkan, "Saya akan tetap kuat, akan tetap tegar… a luta continua! panjang umur perjuangan!"
Suaranya, meski direkam dalam kondisi tak mudah, terasa jelas dan penuh keyakinan.
Kondisi Kini: Masih di HCU RSCM
Saat ini, Andrie masih harus menjalani perawatan intensif di Ruang HCU Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Kondisinya membutuhkan ketenangan penuh. Oleh karena itu, KontraS menyatakan bahwa untuk sementara tidak ada pihak yang diizinkan menjenguk termasuk keluarga dan kuasa hukum.
Kebijakan ini diambil semata-mata untuk kepentingan pasien. "Pasien berhak mendapatkan pelayanan kesehatan yang aman, bermutu, serta perlindungan terhadap privasi dan ketenangan selama masa perawatan," tegas pernyataan mereka. Semua fokus kini pada penyembuhan.
Alur Hukum: Beralih ke Puspom TNI
Di sisi lain, perkembangan penanganan kasusnya menunjukkan arah baru. Polda Metro Jaya telah menyerahkan penyelidikan kasus penyiraman ini kepada Puspom TNI. Peralihan ini menarik perhatian banyak pihak.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Iman Imanuddin, memberikan penjelasan. "Sudah kami sampaikan proses penyerahan kepada Puspom sudah kami lakukan," ujarnya. Ia juga menambahkan satu poin penting: "Sampai dengan proses penyerahan kami belum menemukan adanya keterlibatan dari sipil."
Pernyataan itu sekaligus menegaskan bahwa penyelidikan kepolisian berjalan transparan dan mengedepankan HAM. "Setiap penegakan hukum yang kami lakukan tentunya selalu berbasis fakta hukum yang diperoleh dari proses penyidikan," kata Iman lagi. Mereka juga mengaku telah berkoordinasi dengan LPSK terkait perlindungan untuk Andrie.
Iman punya harapan sederhana. Ia mengajak publik untuk turut mendoakan kesembuhan Andrie Yunus, agar ia bisa kembali beraktivitas normal. Sementara itu, dari pihak TNI, sudah diumumkan ada empat terduga pelaku. Proses hukumnya masih terus berjalan, dan kita tunggu saja perkembangannya.
Artikel Terkait
PSM Makassar Dikaitkan dengan Pemain Kroasia Ivan Šarić untuk Musim Depan
Said Iqbal Dijadwalkan Dilantik sebagai Penasihat Presiden Bidang Ketenagakerjaan Besok
Prabowo: Pendidikan dan Pelatihan di Semua Sektor Kunci Utama Kesejahteraan Rakyat
Presiden Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat di Bali, Tegaskan Komitmen Pemerataan Akses Pendidikan