Andi menuturkan, jika fitnah tak berhenti, SBY siap menempuh jalur hukum. “Hari-hari politik kan sudah dipimpin Mas AHY. Pak SBY kini lebih fokus pada seni lukis dan klub voli Lavani,” ujarnya.
Di sisi lain, PDIP juga bersuara. Politikus mereka, Guntur Romli, menyebut Megawati dan partai merasa dirugikan oleh tuduhan serupa. “Kami mendukung apabila Pak SBY akan menempuh jalur hukum. Fitnah tersebut memang tidak bisa dibiarkan,” katanya kepada media, Kamis kemarin.
Menariknya, Guntur menegaskan bahwa pertimbangan hukum ini bukan perintah langsung dari Megawati. Ini murni inisiatif kader. “Membela kehormatan ketua umum sudah otomatis bagi kader,” ujarnya. Lalu dia menambahkan, “Sejak dipecat dari PDI Perjuangan, Jokowi sudah bukan lagi urusan kami.”
Bagaimana dengan Jokowi sendiri? Presiden ketujuh itu sebenarnya sudah lama bicara. Dalam wawancara eksklusif Kompas TV Selasa lalu, Jokowi blak-blakan menyebut ada agenda besar politik di balik isu ijazahnya. Dia diam saja selama ini karena yakin dengan ijazah aslinya. “Yang menuduh itu yang harus membuktikan. Itu yang saya tunggu,” katanya sambil tersenyum.
Menurutnya, akan lebih baik jika pembuktiannya di pengadilan. “Karena yang membuat ijazah saya sudah menyampaikan asli, masih tidak dipercaya, gimana?”
Jokowi melihat ini semua sebagai bagian dari operasi politik. Ada yang ingin menurunkan reputasinya. “Meskipun saya enggak merasa punya reputasi apa-apa,” selorohnya. Dia menduga kuat ada kepentingan politik dan orang besar di baliknya. Siapa? “Ya, saya kira gampang ditebak lah,” jawabnya singkat, tanpa mau menyebut nama.
Di tengah tantangan besar negara, seperti perubahan teknologi dan AI, Jokowi merasa energi bangsa seharusnya tak terkuras untuk urusan seperti ini. “Jangan malah kita pakai untuk urusan-urusan yang sebetulnya menurut saya ya urusan ringan,” pungkasnya.
Artikel Terkait
Menara Putih Damaskus: Titik Temu Nabi Isa dan Pasukan Terakhir
Rob Genangi Jalan Depan JIS, Pintu Air Pasar Ikan Siaga Bahaya
Panda Nababan Ungkap Perannya Bebaskan Adik Prabowo dari Rutan
Pondok Pesantren Darul Mukhlisin Mulai Bangkit dari Reruntuhan Banjir Bandang