Bupati Bone Turun ke Pasar Pantau Harga Pokok Jelang Ramadhan

- Selasa, 17 Februari 2026 | 10:00 WIB
Bupati Bone Turun ke Pasar Pantau Harga Pokok Jelang Ramadhan
Pantau Harga Jelang Ramadhan, Bupati Bone Turun Langsung ke Pasar

Menjelang bulan suci Ramadhan, Bupati Bone, H Andi Asman Sulaiman, memutuskan untuk turun langsung memantau harga-harga kebutuhan pokok. Ia tak ingin ada gejolak harga yang memberatkan warga.

Sebelum blusukan ke pasar, Bupati mengawali hari dengan menggelar apel bersama jajarannya. Acara itu digelar di halaman rumah jabatan, Selasa lalu, dan dihadiri para pimpinan OPD, camat, hingga lurah. Wakil Bupati, H Andi Akmal Pasluddin, juga hadir dalam kesempatan itu.

Pemantauan kemudian dibagi dalam dua tim. Bupati memimpin tim pertama, sementara Wakil Bupati mengepalai tim kedua. Mereka menyisir pasar-pasar tradisional di wilayahnya.

Bupati Andi Asman memilih untuk meninjau Pasar Tradisional Bajoe. Ia tak sendirian. Rombongannya termasuk Pj Sekda Andi Tenriawaru, sejumlah kepala dinas seperti Perdagangan dan Pertanian, perwakilan Bulog, serta camat setempat. Mereka berbaur dengan pedagang dan pembeli.

Di sepanjang lorong pasar, Bupati terlihat menyapa dan berdiskusi santai dengan para pedagang. Obrolannya serius tapi cair, membahas kondisi stok dan fluktuasi harga.

"Saya mau dipastikan harga sudah terpantau dari kota sampai desa. Saya tidak mau kegiatan ini sifatnya hanya seremonial. Tapi harus digelar rutin dan dipastikan terpantau dari desa sampai ke kota,"

tegasnya di sela-sela pemantauan.

Ia juga menitahkan setiap desa dan kelurahan untuk menyediakan kios pangan selama Ramadhan. Menurutnya, stabilitas harga bahan pokok adalah hal yang mutlak.

"Sekali lagi, saya minta agar terus memantau perkembangan harga komoditas pangan secara intensif dan melakukan koordinasi dengan pemerintah kecamatan, desa dan kelurahan, termasuk distributor untuk menjaga stabilitas harga,"

tambahnya.

Dari pantauan di lapangan, kondisi pasar tampak cukup stabil. Para pedagang yang ditemui mengaku harga dan daya beli masyarakat belum menunjukkan gejolak yang meresahkan.

Untuk telur ayam ras, harganya masih stagnan. Berkisar antara Rp45.000 sampai Rp55.000 per kilogram, tergantung ukuran dan kualitas. Pedagang merasa kondisi ini masih bisa mendongkrak minat beli.

Sementara itu, bawang merah impor dari Sidrap juga terpantau stabil. Meski permintaan mulai merangkak naik jelang Ramadhan, harganya di pasar masih bisa dikendalikan. Tidak ada lonjakan yang signifikan.

Komoditas lain yang jadi sorotan adalah cabai. Cabai besar dijual sekitar Rp20 ribu per kilogram, dengan modal rata-rata Rp15 ribu. Sedangkan cabai keriting harganya sekitar Rp25 ribu per kilogram, dengan modal pedagang sekitar Rp20 ribu.

Menurut para penjual, sebagian besar pasokan cabai mereka beli dari Pasar Palakka.

Selain itu, harga kedelai ada di angka Rp20 ribu per liter. Beras SPHP dijual antara Rp60 ribu hingga Rp62.500 per kemasan. Harga-harga ini dinilai masih terjangkau, khususnya bagi kalangan masyarakat menengah ke bawah.

Pemerintah berharap, dengan pemantauan dan koordinasi intensif seperti ini, ketersediaan stok dan stabilitas harga selama Ramadhan nanti benar-benar bisa terjaga. Upaya kecil di pasar, dampaknya besar untuk ketenteraman beribadah.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar