Matahari Putra Prima (MPPA) Catat Kenaikan Penjualan, Namun Rugi Bersih Membengkak di 2025

- Selasa, 17 Februari 2026 | 11:20 WIB
Matahari Putra Prima (MPPA) Catat Kenaikan Penjualan, Namun Rugi Bersih Membengkak di 2025

Sepanjang 2025, PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Kinerjanya membaik, mencerminkan fundamental bisnis yang mulai bangkit. Tak cuma itu, langkah rebranding yang mereka gelontorkan Agustus lalu ternyata cukup ampuh memperkuat ikatan dengan pelanggan.

Angka penjualan bersihnya naik tipis, jadi Rp7,25 triliun. Itu artinya tumbuh 1,9% dibanding tahun sebelumnya. Kenaikan ini didorong permintaan yang stabil dan serangkaian inisiatif strategis yang dijalankan perusahaan.

Laba kotornya pun ikut merangkak naik 2,8%, mencapai Rp1,27 triliun. Menurut laporan mereka, perbaikan bauran penjualan dan produk yang lebih relevan jadi penyumbang utama. Angka ini sekaligus menandai membaiknya margin.

Namun begitu, ceritanya berbeda untuk laba operasional. Justru turun 23% ke posisi Rp26,1 miliar. Rupanya, tahun sebelumnya ada pendapatan lain-lain yang cukup signifikan, Rp27 miliar, yang kini tak lagi ada.

Yang paling menyita perhatian, perseroan masih mencetak rugi bersih. Malah membengkak jadi Rp152 miliar di 2025, dari sebelumnya Rp118 miliar. Kerugian ini terutama dipicu beban non-operasional, seperti penghapusan pajak tangguhan dan kerugian aktuarial dari program imbalan karyawan.

CEO MPPA, Adrian Suherman, punya pandangannya sendiri. "Kinerja kami tahun ini mencerminkan kemajuan yang berkelanjutan," katanya.

Ia menambahkan, pertumbuhan penjualan yang moderat dan peningkatan margin adalah buah dari pengelolaan biaya yang ketat serta strategi merchandising yang diperbaiki.

"Kami terus berinvestasi untuk transformasi jangka panjang. Respons positif terhadap rebranding membuat kami yakin, upaya ini akan menciptakan nilai berkelanjutan bagi semua pemangku kepentingan," tegas Adrian dalam keterangan resmi, Selasa (17/2/2026).

Soal rebranding itu sendiri, Hypermart memang tampil beda. Visual barunya lebih segar, dengan logo pita infinity yang diklaim punya karakter joyful, warm, bold, dan fresh. Semua itu untuk menyambut masa depan ritel yang diharapkan lebih inspiratif.

Perubahan tampilan ini pertama kali diterapkan di empat gerai: Lippo Karawaci Utara, Puri, Vila Melati Mas, dan Gading Serpong.

"Logo baru ini menggambarkan semangat pertumbuhan yang tak putus. Dan yang utama, senyum yang ingin kami hadirkan setiap kali pelanggan berkunjung," ujar Adrian.

Ke depannya, MPPA bakal fokus pada strategi yang berpusat pada pelanggan. Mereka berjanji menjaga ketersediaan produk segar dan kebutuhan keluarga dengan harga bersaing. Strategi ini juga akan disesuaikan dengan selera konsumen di tiap daerah.

Dengan dukungan rantai pasok yang makin kuat, keterlibatan digital, dan ekspansi ke area yang belum terjamah, Adrian yakin MPPA siap menangkap peluang baru.

"Kami akan tetap prioritaskan disiplin operasional, efisiensi, dan tentu saja, penciptaan nilai jangka panjang," pungkasnya.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar