Tujuh Koper Wisatawan Thailand Hilang Diduga Dicuri di Kawasan Bromo

- Selasa, 17 Februari 2026 | 13:05 WIB
Tujuh Koper Wisatawan Thailand Hilang Diduga Dicuri di Kawasan Bromo

MURIANETWORK.COM - Tujuh koper milik wisatawan asal Thailand dilaporkan hilang di kawasan Gunung Bromo, tepatnya di depan Pendopo Sukapura, Desa Wonotoro, Kabupaten Probolinggo. Peristiwa yang diduga sebagai pencurian ini terjadi pada Selasa (17/2/2026) dan menyoroti kembali kerawanan keamanan, terutama terkait praktik parkir liar di lokasi wisata andalan Jawa Timur tersebut.

Parkir Liar Jadi Sorotan Pemicu Insiden

Insiden kehilangan barang berharga wisatawan ini mencuatkan persoalan klasik di sejumlah destinasi wisata ramai: ketidakdisiplinan dalam memarkir kendaraan. Pengelola dan otoritas setempat menilai, kebiasaan parkir di tempat yang tidak semestinya, apalagi tanpa pengawasan, kerap menjadi celah bagi aksi kejahatan. Saat ini, penyelidikan masih berlangsung dengan mengumpulkan sejumlah bukti, termasuk rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian.

Pemkab Ingatkan Titik Parkir Resmi di Bromo

Menanggapi hal ini, Pemerintah Kabupaten Probolinggo mengingatkan kembali kepada para pengunjung mengenai sejumlah fasilitas parkir resmi yang telah disediakan. Lokasi-lokasi tersebut dirancang untuk menertibkan arus kendaraan sekaligus meningkatkan keamanan. Beberapa titik yang dapat digunakan antara lain Area Terminal Seruni Point Jembatan Kaca, Rest Area Cemoro Lawang, Pendopo Agung Ngadisari, dan Wisma Ucik.

Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo, Ugas Irwanto, secara khusus mengimbau para wisatawan untuk lebih waspada. "Jangan parkir di tempat yang tidak semestinya, apalagi tanpa penjaga dan meninggalkan barang-barang berharga di kendaraan," tegasnya.

Dampak pada Sektor Pariwisata dan Upaya Penanganan

Ugas Irwanto menyatakan bahwa kasus ini tidak hanya merugikan korban secara materiil, tetapi juga berdampak pada citra pariwisata daerah yang sedang giat dikembangkan. Pihaknya berharap aparat kepolisian dapat segera mengungkap kasus ini.

"Kami berharap pihak kepolisian bisa segera mengungkap peristiwa ini karena pelaku kejahatan telah mencederai dunia pariwisata, khususnya di Kabupaten Probolinggo," ungkapnya. Ia menambahkan harapan agar pelaku segera tertangkap untuk memberikan efek jera dan rasa aman kembali bagi wisatawan yang berkunjung.

Insiden ini menjadi pengingat penting bagi semua pemangku kepentingan, mulai dari pengelola, aparat, hingga wisatawan sendiri, untuk bersama-sama menciptakan lingkungan wisata yang lebih tertib dan aman. Kesiapan infrastruktur harus diimbangi dengan kesadaran dan kedisiplinan pengguna agar potensi kejadian serupa dapat diminimalisir.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar