Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tak main-main. Dalam waktu dekat, dia berencana melakukan pembenahan internal di tubuh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Rencananya, sejumlah pejabat yang terindikasi bermasalah akan dicopot dari posisinya.
“Akan saya kasih kejutan agak drastis mungkin beberapa hari lagi, besok kali ya,” ujar Purbaya, Selasa lalu di Jakarta.
Dia menegaskan, “Saya ganti semua pejabatnya selain dirjen.”
Tak cuma itu, menurutnya, kepala kantor wilayah yang mengawasi lima pelabuhan utama juga bakal kena imbas. Mereka tak lepas dari gelombang pencopotan yang akan datang.
“Saya ganti semua, sebagian saya rumahkan,” katanya lagi.
Langkah ini, sambung Purbaya, adalah sebuah pesan. “Ini message untuk teman-teman bea cukai yang lain supaya bekerja yang lebih serius ke depan.”
Soal penggantinya, Purbaya memastikan akan diambil dari internal kementerian. Tak perlu cari dari luar. “Ada yang lebih muda naik, ada yang saya tukar,” jelasnya.
Meski bakal mengambil langkah tegas, Purbaya sama sekali tak menafikan bahwa kinerja DJBC sebenarnya cukup baik. Beberapa penugasan khusus bahkan bisa diselesaikan dengan cepat.
“Bea cukai ini orangnya pintar-pintar. Kalau dipaksa, ya… saya selalu buat AI program untuk deteksi under invoicing itu dua minggu selesai,” tuturnya.
Jadi, harapan itu ada. Hanya saja, katanya, “perlu shock therapy supaya mereka kerja lebih keras.”
Langkah ini muncul di tengah suasana yang memang tidak tenang. Belakangan, Kejaksaan Agung diketahui menggeledah Kantor Bea Cukai. Penggeledahan itu terkait penyidikan kasus dugaan korupsi ekspor limbah minyak kelapa sawit atau POME yang terjadi pada 2022. Bahkan, rumah salah seorang pejabatnya juga tak luput dari incaran penyidik.
Nah, dalam situasi seperti inilah rencana “kejutan drastis” dari sang menteri akan dijalankan.
Artikel Terkait
Asisten Masinis Curiga Sinyal Eror Sesaat Sebelum KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Bekasi, 15 Tewas
Sri Mulyani Berduka atas Kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek, Sehari Sebelumnya Ia Naik Rute yang Sama
Jasa Raharja Pastikan Santunan Cair untuk Seluruh Korban Kecelakaan Stasiun Bekasi Timur
Ade Armando Bantah Tuding Jusuf Kalla Lakukan Penistaan Agama, Sebut Hanya Kritik Pernyataan ‘Mati Syahid’