Pelatih Saint Kitts and Nevis Anggap Peringkat FIFA Hanya Angka Jelang Hadapi Indonesia

- Kamis, 26 Maret 2026 | 19:40 WIB
Pelatih Saint Kitts and Nevis Anggap Peringkat FIFA Hanya Angka Jelang Hadapi Indonesia

JAKARTA – Jarak peringkat FIFA? Bukan halangan. Begitulah kira-kira semangat yang dibawa Marcelo Serrano, pelatih Timnas Saint Kitts and Nevis, menjelang duel melawan Indonesia dalam FIFA Series 2026. Di depan publik tuan rumah nanti, sang juru taktik asal Brasil ini menjamin anak asuhnya bakal bertarung mati-matian. Mereka datang bukan sekadar untuk lenggang kangkung.

Laga panas sendiri akan digelar Jumat, 27 Maret 2026, di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Saint Kitts and Nevis, yang dijuluki The Sugar Boyz, langsung dihadapkan dengan tuan rumah Indonesia di pertandingan pembuka turnamen mini ini. Suasana diprediksi bakal mencekam.

Di atas kertas, Indonesia memang lebih diunggulkan. Peringkat 121 dunia milik Garuda jelas lebih mentereng ketimbang posisi 154 yang diduduki Saint Kitts and Nevis. Tapi, bagi Serrano, selisih 33 anak tangga itu cuma angka. Ia tak mau timnya terbebani oleh statistik.

“Kami adalah tipe orang yang tidak melihat angka terlebih dahulu. Kita adalah manusia, kita adalah individu, dan itulah yang kami lihat terlebih dahulu; manusianya. Jadi angka hanyalah angka,”

Begitu penegasan Serrano dalam konferensi pers, Kamis (26/3/2026).

Pelatih berusia 46 tahun itu punya keyakinan lain. Dalam sepak bola modern, menurutnya, kejutan adalah menu sehari-hari. Ia menggantungkan harapan pada etos kerja keras dan mental baja para pemainnya. Dengan persiapan yang tepat, tim mana pun bisa ditumbangkan.

“Dan sejak sepak bola ditemukan, Anda bisa melihat bahwa siapa pun bisa mengalahkan siapa pun. Jadi, saya hanya senang berada di sini. Saint Kitts (and Nevis) adalah sebuah kehormatan bagi saya untuk melatih anak-anak ini. Mereka pekerja keras, mereka adalah manusia (yang hebat), dan saya percaya mereka bisa mengalahkan siapa pun jika mereka bersiap,”

sambungnya dengan nada penuh keyakinan.

“Jadi, sekali lagi, merupakan suatu kehormatan berada di sini melatih Saint Kitts and Nevis, melatih pria-pria dengan kehormatan dan kebanggaan. Para pemain ini luar biasa, dan kami akan memberikan yang terbaik untuk mengalahkan tim mana pun yang kami hadapi,”

tutup Serrano.

Turnamen ini sendiri menggunakan format gugur yang ketat. Pemenang laga Indonesia kontra Saint Kitts and Nevis akan maju ke final, berhadapan dengan pemenang pertandingan lain antara Bulgaria dan Kepulauan Solomon. Final dan perebutan tempat ketiga rencananya digelar pada Senin, 30 Maret 2026. Jadi, setiap pertandingan di hari pertama benar-benar penuh tekanan. Tak ada ruang untuk salah langkah.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar