Warna merah, hijau, dan emas seolah sudah melekat jadi identitas Natal. Tapi coba bayangkan, bagaimana jika pohon cemara di sudut ruangan itu justru berwarna pink? Inilah yang dilakukan Sujani, seorang pengusaha dekorasi, untuk menciptakan suasana teduh sekaligus elegan di rumahnya.
Menurutnya, pohon Natal itu punya banyak rupa. Ada yang menjulang tinggi, ada pula yang mungil untuk di atas meja. "Yang penting, aksesoris wajibnya jangan sampai ketinggalan," ujar pemilik Sentosa Florist di Pasar Atom Mall Surabaya ini.
"Seperti bintang Betlehem di puncaknya. Itu kan lambang cahaya dan harapan. Nah, soal warna pink ini, menurut saya justru menarik. Jarang dipakai, tapi aura yang dihadirkan bisa lebih khidmat sekaligus ceria."
Dia menambahkan, sebenarnya tidak ada aturan baku untuk warna atau desain hiasan pohon Natal. Semuanya bisa disesuaikan dengan selera pemiliknya. Tentu lain cerita jika untuk dekorasi gereja, yang biasanya memang kental dengan nuansa merah dan emas.
Pesanan untuk pohon dan dekorasi Natal, rupanya sudah mengalir sejak lama. Sujani bercerita, sejak September lalu mereka sudah mengirim barang ke luar pulau. "Pakai kapal, jadi durasi pengirimannya hampir sebulan. Pelanggan dari Papua dan Ambon biasanya pesan jauh-jauh hari supaya pas tiba waktunya," jelasnya sambil tetap sibuk merangkai hiasan.
Artikel Terkait
Inflasi di Daerah Bencana Mulai Reda, Pasokan Barang Kembali Lancar
Selat Hormuz: Ketika Ancaman Lebih Berbahaya Daripada Serangan Itu Sendiri
Gempa 4,4 Magnitudo Guncang Bantul, Trauma 2006 Kembali Terasa
Kampung Haji Indonesia di Makkah: Dari Penginapan Jadi Pusat Dagang Global