tulis mereka.
Memang, Aceh Tamiang termasuk wilayah yang paling parah dilanda krisis ini. Banjir bandang merusak segalanya, memutus suplai air secara total. Bukan cuma air, bantuan logistik lain juga terus diupayakan sebagai penyambung harapan. Upaya pemulihan jelas masih panjang.
Namun begitu, ada titik terang. Pemerintah setempat berjanji akan mempercepat perbaikan akses jalan. Ini penting sekali. Konektivitas yang pulih akan menjaga mobilitas warga dan memastikan distribusi bantuan air bersih, sembako, dan lainnya tetap lancar ke depannya.
Unggahan Pertamina itu pun ramai dapat respons. Banyak warganet yang mengapresiasi kerja keras para relawan. Doa-doa untuk pemulihan Aceh Tamiang yang lebih cepat juga terus mengalir. Sebuah harapan kolektif yang sederhana: agar kehidupan warga di sana bisa kembali normal, setidaknya perlahan-lahan.
Artikel Terkait
Jakarta Tenggelam: 85 RT dan 15 Ruas Jalan Terendam, Air di Pejaten Timur Tembus 2 Meter
Waspada, Jabar Siaga Hadapi Hujan Lebat dan Angin Kencang Sepekan ke Depan
Hujan Deras Picu Status Siaga di Sejumlah Pintu Air Jabodetabek
Gedung Pemerintah Aceh Tamiang Bangkit, Berkat Tenaga Praja IPDN