Tak hanya menanam, panitia juga membagikan 1.650 bibit produktif kepada masyarakat sekitar. Bibit pala, alpukat, duren, dan aren dibagikan dengan harapan bisa mendukung penghijauan berkelanjutan sekaligus ketahanan pangan dan ekonomi lokal.
Peserta juga diajak melihat langsung proses panen lebah madu salah satu atraksi unggulan di Lembah Suhita. Sebelum hari pertama berakhir, mereka merasakan pengalaman barefoot walk, berjalan tanpa alas kaki untuk merasakan kedekatan langsung dengan bumi.
Yang tak kalah penting, seluruh konsumsi kegiatan disiapkan oleh masyarakat setempat. Hidangan tradisional seperti sumpil hadir di meja makan, menunjukkan dukungan pada kearifan lokal dan pemberdayaan ekonomi warga.
Hari kedua lebih berfokus pada kegiatan grounding dan workshop edukatif. Kahut Sigerbori memandu Workshop Ecoprint for Kids, sementara pelaku UMKM Ternatea produsen kombucha asal Lampung membagikan ilmunya dalam pelatihan pembuatan kombucha.
Rizkia Meutia menegaskan bahwa Gerakan Seribu Pohon 5.0 membuktikan sinergi masyarakat, komunitas, lembaga pemerintah, dan pelajar bisa menciptakan dampak ekologis yang nyata.
"Kolaborasi adalah kunci. Ketika banyak pihak terlibat, gerakan lingkungan tidak hanya menjadi kampanye, tetapi menjadi budaya," kata Rizkia.
Harapannya jelas: kegiatan seperti ini terus berkembang dan menginspirasi lebih banyak pihak. Gerakan Seribu Pohon 5.0 di Lembah Suhita diharapkan menjadi langkah berkelanjutan menuju ruang hidup yang lebih hijau, sehat, dan harmonis untuk generasi mendatang. (Cha/Lua)
Artikel Terkait
ASN Kementan Ubah Pekarangan Sempit Jadi Model Ketahanan Pangan Keluarga
Suami Tewas Ditikam di Pelukan Istri di Lubuklinggau, Pelaku Masih Diburu
Prabowo Saksikan Penyerahan Denda Hutan Rp11,4 Triliun ke Kas Negara
Kebakaran Hanguskan Ruko Grosir Sepatu di Pematangsiantar, Tak Ada Korban Jiwa