Benjamin Netanyahu tak main-main. Perdana Menteri Israel itu dengan tegas menyatakan serangan militer ke Hizbullah di Lebanon akan terus berlanjut. Tujuannya jelas: memulihkan keamanan di wilayah utara Israel sepenuhnya, agar warganya bisa kembali ke rumah tanpa rasa was-was.
Dalam pernyataannya, Netanyahu membantah keras isu-isu yang beredar soal gencatan senjata. "Saya tegaskan, tidak ada gencatan senjata di Lebanon," ujarnya.
Ia menambahkan, pasukannya akan terus menghantam dengan intensitas tinggi. "Kami terus menyerang Hizbullah dengan kekuatan penuh dan tidak akan berhenti sampai keamanan kalian (warga Israel Utara) kembali," paparnya.
Namun begitu, di tengah gebukan militer yang tak kendur, ada langkah diplomatik yang mengejutkan. Netanyahu mengaku telah memberi izin kepada kabinetnya untuk memulai negosiasi langsung dengan pemerintah Lebanon. Ini menjawab permintaan Beirut yang sudah beberapa kali disampaikan.
"Saya menginstruksikan dalam rapat kabinet untuk memulai negosiasi langsung dengan Lebanon," jelas Netanyahu.
Ada dua target besar yang ingin dicapainya. Pertama, tentu saja, melucuti senjata Hizbullah. Yang kedua, lebih ambisius: merajut perjanjian damai yang bersejarah dan berkelanjutan antara kedua negara yang secara teknis masih berperang itu.
Netanyahu tampaknya percaya diri. Ia merasa posisi Israel sekarang kuat, sementara pengaruh Iran, pendukung utama Hizbullah, dianggapnya sedang melemah. "Hal itu juga telah menyebabkan perubahan dalam hubungan kami dengan negara-negara yang sebelumnya tidak ada," tuturnya, tanpa merinci lebih jauh.
Bagaimana respons Lebanon? Otoritas setempat memang belum angkat bicara secara resmi. Tapi menurut sejumlah sumber yang dekat dengan proses ini, diplomasi sudah di depan mata. Negosiasi langsung antara kedua pihak dijadwalkan bakal dimulai minggu depan. Tempatnya? Departemen Luar Negeri Amerika Serikat di Washington. AS, sekali lagi, menjadi tuan rumah untuk pembicaraan yang rumit ini.
Artikel Terkait
Wakil Ketua Komisi XIII DPR: Bantuan Hewan Kurban Presiden Pakai APBN Sudah Lazim Sejak Era Sebelumnya
Polisi Temukan Indikasi Intimidasi Korban dalam Kasus Dugaan Pencabulan Pimpinan Ponpes di Pekalongan
Pria 23 Tahun di Medan Ditangkap Usai Sayat dan Tusuk Pekerja yang Sedang Menjemur Ikan
Agung Laksono Restui La Ode Safiul Akbar Maju Calon Ketum Kosgoro 1957, Target Dongkrak Suara Golkar di Pemilu 2029