Benjamin Netanyahu tak main-main. Perdana Menteri Israel itu dengan tegas menyatakan serangan militer ke Hizbullah di Lebanon akan terus berlanjut. Tujuannya jelas: memulihkan keamanan di wilayah utara Israel sepenuhnya, agar warganya bisa kembali ke rumah tanpa rasa was-was.
Dalam pernyataannya, Netanyahu membantah keras isu-isu yang beredar soal gencatan senjata. "Saya tegaskan, tidak ada gencatan senjata di Lebanon," ujarnya.
Ia menambahkan, pasukannya akan terus menghantam dengan intensitas tinggi. "Kami terus menyerang Hizbullah dengan kekuatan penuh dan tidak akan berhenti sampai keamanan kalian (warga Israel Utara) kembali," paparnya.
Namun begitu, di tengah gebukan militer yang tak kendur, ada langkah diplomatik yang mengejutkan. Netanyahu mengaku telah memberi izin kepada kabinetnya untuk memulai negosiasi langsung dengan pemerintah Lebanon. Ini menjawab permintaan Beirut yang sudah beberapa kali disampaikan.
Artikel Terkait
Menhut Serahkan SK Perhutanan Sosial untuk 1.742 Hektare di Sulawesi Utara
Anggota Kongres Demokrat Desak Pemakzulan Trump Atas Ancaman Militer ke Iran
Balita Terseret Arus Banjir di Ponorogo, Diselamatkan Warga Setelah Terseret 100 Meter
Dosen Universitas Budi Luhur Dinonaktifkan Usai Dugaan Pelecehan terhadap Mahasiswi