Kekejaman pasukan Israel terhadap para aktivis kemanusiaan yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla (GSF) terus terungkap setelah mereka dibebaskan dan tiba di Turki sejak Kamis, 21 Mei 2026. Tidak hanya kekerasan fisik seperti pemukulan dan setrum, sejumlah aktivis internasional dilaporkan mengalami pelecehan seksual, termasuk pemerkosaan.
Penyelenggara GSF mengungkapkan bahwa beberapa aktivis harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit Turki akibat luka-luka parah yang diderita. Lebih mengkhawatirkan lagi, setidaknya 15 aktivis melaporkan telah menjadi korban pelecehan seksual, dengan beberapa di antaranya mengalami pemerkosaan.
Organisasi tersebut mendokumentasikan sedikitnya 15 kasus pelecehan seksual selama masa penahanan. Insiden paling parah terjadi di salah satu “kapal penjara” milik Israel, yaitu armada pendaratan militer yang dialihfungsikan menjadi penjara darurat lengkap dengan kawat berduri. Di lokasi itu, para aktivis dimasukkan ke dalam kontainer dan dipukuli di bagian kepala serta tulang rusuk.
Selain penyiksaan fisik, mereka juga mengalami berbagai bentuk pelecehan seksual. Mulai dari penggeledahan tubuh yang memalukan, ejekan bernuansa seksual, perabaan, penganiayaan di area alat kelamin, hingga beberapa laporan pemerkosaan.
“Setidaknya 12 serangan seksual telah didokumentasikan di kapal itu saja, termasuk pemerkosaan anal dan penetrasi paksa menggunakan pistol,” demikian pernyataan resmi GSF yang dikutip dari kantor berita internasional pada Sabtu, 23 Mei 2026.
Sementara itu, Pemerintah Jerman mengonfirmasi bahwa beberapa warga negaranya mengalami luka-luka serta perlakuan “serius” selama insiden tersebut. Namun, Berlin tidak memberikan penjelasan lebih rinci mengenai bentuk kekerasan yang dimaksud.
Secara keseluruhan, pasukan Israel menangkap 422 aktivis GSF yang berasal dari 44 negara. Mereka memulai pelayaran dari Pelabuhan Marmaris, Turki, dengan menggunakan 50 kapal pada 14 Mei lalu. Dalam perjalanan menuju Gaza, rombongan tersebut dicegat dan ditangkap di perairan internasional dekat Siprus, sekitar 400 kilometer dari jalur Gaza.
Artikel Terkait
Program Makan Bergizi Gratis Serap 1,28 Juta Pekerja dan Libatkan 142 Ribu Pemasok
BRI Gelar Consumer Expo 2026, Tawarkan Promo Hunian hingga Kendaraan Listrik
Pembina GPCI Tegaskan Bantuan untuk Gaza Tak Berhenti Meski Sembilan Relawan WNI Dipulangkan Israel
Kemenperin Bantah Tudingan Deindustrialisasi, Rujuk Data PDB dan Serapan Tenaga Kerja