Program Makan Bergizi Gratis Serap 1,28 Juta Pekerja dan Libatkan 142 Ribu Pemasok

- Sabtu, 23 Mei 2026 | 08:55 WIB
Program Makan Bergizi Gratis Serap 1,28 Juta Pekerja dan Libatkan 142 Ribu Pemasok

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya menyasar pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga telah menciptakan dampak ekonomi yang terukur melalui penyerapan tenaga kerja dan perputaran rantai pasok nasional. Badan Gizi Nasional (BGN) dalam laporan statistik terbaru yang dirilis pada Jumat, 22 Mei 2026, mengungkapkan bahwa program ini telah menyerap 1,28 juta tenaga kerja yang tersebar di 29.225 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia.

Menurut laporan tersebut, para pekerja itu bertugas menyiapkan makanan bergizi bagi 62,45 juta penerima manfaat. Mereka mencakup peserta didik, balita, ibu hamil, ibu menyusui, dan santri. Angka ini menunjukkan skala operasional yang masif dari program yang dijalankan secara nasional.

Dampak ekonomi dari program MBG tidak berhenti pada penyerapan tenaga kerja. Program ini juga mendorong keterlibatan pelaku usaha lokal melalui rantai pasok bahan pangan dan distribusi makanan. BGN mencatat bahwa hingga 22 Mei 2026, terdapat 142.387 pemasok yang terlibat. Dari jumlah tersebut, sebanyak 59.921 berasal dari pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), 13.306 dari koperasi, 690 dari Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), 1.410 dari Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), dan 157 dari Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDesma). Sementara itu, 66.903 pemasok lainnya berasal dari berbagai kategori penyedia bahan pangan dan jasa pendukung.

BGN menambahkan bahwa program MBG turut menggerakkan ekonomi rakyat dari hulu hingga hilir dengan menciptakan permintaan bahan pangan dalam jumlah besar secara berkelanjutan. Sebagai gambaran, satu SPPG membutuhkan sekitar 200 kilogram beras per hari, atau setara dengan 4,8 ton per bulan, untuk memenuhi 3.000 porsi MBG. Selain itu, setiap SPPG juga memerlukan sekitar 2.800 ekor ayam per bulan dengan asumsi menu ayam disajikan dua kali dalam sepekan.

Di sisi lain, kebutuhan susu juga tercatat signifikan. BGN menyebutkan bahwa setiap SPPG membutuhkan sekitar 450 liter susu per hari untuk 3.000 porsi MBG, dengan masing-masing penerima memperoleh 150 mililiter susu per sajian. Angka-angka ini memperlihatkan bagaimana program MBG menjadi penggerak permintaan yang stabil bagi sektor pertanian, peternakan, dan industri pengolahan pangan lokal.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar