ROMA Isu tentang bonus di internal Timnas Italia terus bergulir. Pasca kegagalan mereka melaju ke Piala Dunia 2026, kabar itu justru mencuat ke permukaan. Gianluigi Donnarumma, sang kiper sekaligus kapten, akhirnya angkat bicara. Bukan cuma soal hasil di lapangan yang bikin sakit, tapi juga gosip yang beredar.
Dia merasa terpukul. Bahkan, mungkin lebih sakit mendengar rumor itu ketimbang menelan pil pahit kegagalan di playoff melawan Bosnia.
“Yang paling menyakitkan adalah kabar yang beredar,” tegas Donnarumma dalam wawancara dengan Sky Sport, Kamis (9/4/2026).
“Sebagai kapten, saya tidak pernah meminta satu euro pun dari tim nasional.”
Menurutnya, sistem bonus dalam sepakbola itu hal biasa. Tapi logikanya sederhana: hadiah diberikan kalau target tercapai. Bukan sesuatu yang diminta-minta.
“Seperti biasa di setiap kompetisi, ada hadiah jika target tercapai. Itu saja,” jelasnya.
“Tidak ada yang meminta apa pun. Hadiah kami adalah lolos ke Piala Dunia, tetapi itu tidak terjadi.”
Dampak Kekalahan dan Gelombang Pengunduran Diri
Isu ini muncul di saat yang benar-benar sensitif. Suasana hati tim sedang di titik nadir. Dan kemudian, datang lagi gelombang berikutnya: pengunduran diri sejumlah pilar penting. Nama-nama seperti Gabriele Gravina, Gennaro Gattuso, dan Gianluigi Buffon memutuskan hengkang.
Buat Donnarumma, kepergian mereka itu tamparan lain. Dia punya hubungan yang sangat dekat dengan ketiganya.
“Saya punya hubungan luar biasa dengan mereka. Kami merasa sedih, dan ada rasa tanggung jawab atas situasi ini,” ujarnya, mencoba menjelaskan betapa emosional momen ini bagi seluruh skuad.
Di tengah tekanan, dia masih berusaha melihat sisi terang. Donnarumma mengajak publik untuk tidak melupakan begitu saja torehan timnas dalam beberapa tahun belakangan. Gelar Euro 2021, misalnya. Itu pencapaian nyata yang tak boleh dihapus dari ingatan hanya karena satu kegagalan.
“Dalam beberapa tahun terakhir kami meraih hal penting. Tidak semuanya harus dibuang,” katanya.
Langkah selanjutnya? Bangkit. Agenda menanti, mulai dari UEFA Nations League hingga Piala Eropa. Donnarumma yakin Italia bisa kembali.
“Kami harus maju dengan kekuatan dan keyakinan Italia akan kembali kuat dan besar,” tegasnya.
Meski begitu, dia mengakui hari-hari pertama pasca kekalahan itu berat sekali. Melelahkan secara mental.
“Dua hari pertama sangat berat dan melelahkan. Ini menyakitkan,” akunya.
“Awalnya sulit menerima, tetapi kami harus bangkit, melangkah maju, dan bereaksi.”
Artikel Terkait
Carrick Minta Dana Rp3 Triliun untuk Boyong Tonali dan Ederson ke Manchester United
Chelsea dan Newcastle Bahas Transfer Lima Pemain Sekaligus Jelang Bursa Musim Panas 2026
Bobby/Melati Tersingkir di 16 Besar Singapore Open Usai Kalah Dramatis dari Wakil China
FIFA Konfirmasi Hadiah Piala Dunia 2026 Capai Rp11,67 Triliun, Tertinggi Sepanjang Sejarah