Siaran televisi pemerintah Iran tadi malam menyiarkan sebuah pesan penting. Pesan itu dibacakan dengan khidmat, menegaskan klaim kemenangan Republik Islam Iran atas Amerika Serikat dan Israel. Yang menyampaikan pernyataan resmi ini adalah Ayatullah Mojtaba Khamenei.
Dalam pandangannya, gencatan senjata yang terjadi bukan cuma soal berhentinya tembak-menembak. Ini lebih dari itu. Ini adalah bukti nyata, tanda kebangkitan Iran sebagai kekuatan besar di Timur Tengah. Sementara itu, kata dia, pihak yang dianggapnya sebagai "pelaku kejahatan" justru sedang mengalami kemerosotan.
"Rakyat Iran adalah pemenang sejati," begitu bunyi salah satu bagian pesan tersebut. Kemenangan ini, ditegaskan lagi, adalah milik mereka.
Meski masa berkabung untuk Ali Khamenei sudah usai, tekad untuk balas dendam tak pudar. Mojtaba Khamenei menegaskan, Iran akan terus menuntut balas atas kematian para martir perang. Itu janji yang diucapkan dengan nada tegas.
Lalu ada pengumuman lain yang mungkin bakal mengguncang peta geopolitik. Khamenei menyebut, status quo di jalur pelayaran global sedang berubah. Menurutnya, dunia kini memasuki era baru dalam pengelolaan Selat Hormuz selat yang jadi urat nadi perdagangan minyak dunia.
Pemerintah Iran berjanji membawa manajemen selat itu ke tahap baru. Tujuannya untuk jamin keamanan navigasi. Tapi di sisi lain, peringatan keras juga disampaikan untuk kapal-kapal yang nekat melanggar aturan di kawasan itu. Sinyalnya jelas: kami yang mengatur sekarang.
"Kami tidak pernah menginginkan perang," demikian bunyi kutipan langsung dari pesan itu.
"Namun kami juga tidak akan pernah melepaskan hak-hak kami yang sah."
Pesan khusus juga ditujukan ke negara-negara tetangga di selatan. Khamenei mengajak mereka untuk melihat kekuatan Iran sebagai sebuah 'mukjizat'. Jangan sampai, katanya, mereka terpedaya oleh janji-janji palsu dari Barat yang ia sebut sebagai 'iblis'.
Seruannya jelas: jauhi kekuatan oportunis yang cuma mau memanfaatkan kalian. Iran juga berkomitmen tak akan membiarkan para pelaku agresi lolos begitu saja. Mereka bertekad menuntut kompensasi atas semua kerusakan, termasuk untuk setiap tetes darah para martir dan veteran perang mereka.
Artikel Terkait
Jadwal Salat Makassar Selasa 2 Juni 2026: Imsak Pukul 04.35, Subuh 04.45 Wita
Pemerintah Siapkan Lapangan Jusuf Hamka sebagai Pos Pengungsian Utama Korban Kebakaran Kebon Kosong
Dudung Kenang Wejangan Ryamizard: Prajurit Harus Cinta Rakyat, Bukan Lawan Rakyat
InJourney Airports Siapkan 14 Bandara untuk Pemulangan Lebih dari 200 Ribu Jemaah Haji