PSI Bisa Jadi Musuh Bersama
Oleh: Erizal
Bayangkan jika memenangkan pertarungan politik di Indonesia semudah membalik telapak tangan. Kalau benar semudah itu, sosok Ahmad Ali mungkin takkan pernah menduduki kursi Ketua Harian PSI seperti sekarang.
Bisa jadi dia malah sudah menjadi Gubernur Sulawesi Tengah. Atau barangkali masih nyaman duduk di Senayan sebagai wakil rakyat dari NasDem. Ada juga kemungkinan lain – mungkin dia sudah jadi Menteri Sekretaris Negara, Menteri ESDM, atau mendiami pos menteri lain yang dianggap basah. Tapi itu semua hanya mungkin terjadi seandainya Anies yang memenangkan Pilpres, bukan Prabowo.
Namun kenyataannya, dunia politik kita jauh dari kata mudah. Persaingannya ketat, jalannya berliku. Makanya tak heran Ahmad Ali akhirnya hanya sampai di posisi Ketua Harian PSI.
Belakangan ini, pernyataannya yang mengancam akan "menghabisi" partai lain yang menghalangi PSI menang rasanya lebih banyak busanya ketimbang isinya. Seperti es kopi kekinian – buihnya membludak, tapi kopinya cuma segini.
Padahal, jujur saja, partai lain mana sih yang benar-benar menghalangi PSI? Soalnya, partai ini sendiri yang sepertinya belum mampu meraih kemenangan, meski sudah membawa-bawa nama Jokowi sekalipun.
Menang atau kalah dalam politik selalu ada alasannya. Dan penyebab PSI belum berjaya bukan karena dihalangi partai lain. Justru, mereka sudah dari dulu berusaha dekat dengan kekuasaan.
Di sisi lain, pernyataan keras seperti yang dilontarkan Ahmad Ali justru berisiko mempersulit posisi PSI. Bukannya mendekat ke kemenangan, malah bisa bikin partai ini dianggap sebagai musuh bersama.
Nah, ini yang perlu diwaspadai. Bisa-bisa PSI malah habis duluan sebelum sempat "menghabisi" partai lain yang sudah mapan. Soalnya, partai-partai yang disasar itu bukanlah pendatang baru – mereka sudah punya akar dan pengalaman yang sulit tergantikan.
(")
Artikel Terkait
PDIP Nilai Keanggotaan Indonesia di Board of Peace Trump Tak Lagi Relevan
Lazio Tundukkan Napoli 2-0 di Stadion Maradona
Hoffenheim Hancurkan Harapan Dortmund dengan Kemenangan Dramatis di Menit Akhir
Jakarta LavAni dan Bhayangkara Presisi Pastikan Duel di Final Proliga 2026