PSI Bisa Jadi Musuh Bersama
Oleh: Erizal
Bayangkan jika memenangkan pertarungan politik di Indonesia semudah membalik telapak tangan. Kalau benar semudah itu, sosok Ahmad Ali mungkin takkan pernah menduduki kursi Ketua Harian PSI seperti sekarang.
Bisa jadi dia malah sudah menjadi Gubernur Sulawesi Tengah. Atau barangkali masih nyaman duduk di Senayan sebagai wakil rakyat dari NasDem. Ada juga kemungkinan lain – mungkin dia sudah jadi Menteri Sekretaris Negara, Menteri ESDM, atau mendiami pos menteri lain yang dianggap basah. Tapi itu semua hanya mungkin terjadi seandainya Anies yang memenangkan Pilpres, bukan Prabowo.
Namun kenyataannya, dunia politik kita jauh dari kata mudah. Persaingannya ketat, jalannya berliku. Makanya tak heran Ahmad Ali akhirnya hanya sampai di posisi Ketua Harian PSI.
Belakangan ini, pernyataannya yang mengancam akan "menghabisi" partai lain yang menghalangi PSI menang rasanya lebih banyak busanya ketimbang isinya. Seperti es kopi kekinian – buihnya membludak, tapi kopinya cuma segini.
Artikel Terkait
PSG Hadapi Chelsea di Parc des Princes, Babak 16 Besar Liga Champions Dimulai
Indonesia Tegaskan Fokus Bantu Gaza, Bukan Urusan Iuran di Dewan Perdamaian
Enam Tersangka Narkoba NTB, Termasuk Mantan Polisi, Diperiksa Bareskrim di Jakarta
Kementan Tegaskan Komitmen Jaga Peternak dan Pertahankan HET