BNPB Siapkan InaRISK dan Siaga 24 Jam Antisipasi Bencana Saat Mudik Lebaran 2026

- Sabtu, 28 Februari 2026 | 00:00 WIB
BNPB Siapkan InaRISK dan Siaga 24 Jam Antisipasi Bencana Saat Mudik Lebaran 2026

Menyongsong arus mudik Lebaran 2026, BNPB sudah bergerak. Badan nasional itu tak mau lengah, mereka menyiapkan sejumlah langkah kunci untuk mengantisipasi gangguan bencana yang mungkin terjadi saat jutaan orang membanjiri jalan. Fokusnya jelas: wilayah-wilayah yang bakal jadi episentrum keramaian, baik saat berangkat maupun pulang.

Raditya Jati, Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB, membeberkan bahwa kesiapsiagaan ditingkatkan di semua level. Dari pemerintah daerah hingga masyarakat akar rumput. Nah, salah satu senjata andalan mereka adalah platform bernama InaRISK.

"Platform InaRISK sebagai instrumen pemetaan risiko bencana yang terintegrasi dengan data BMKG, Basarnas, CCTV sejumlah jalan, dan sumber informasi lainnya,"

Begitu penjelasan Raditya dalam rilis tertulisnya, Jumat (27/2/2026) lalu.

Dengan alat ini, BNPB bisa memetakan jalur mudik dan titik-titik rawan secara dinamis, hampir real-time. Informasinya nanti bisa dipakai oleh berbagai pihak untuk mengambil keputusan. Yang praktis, platformnya bisa diakses lewat gadget apa saja.

Selain mengandalkan teknologi, cara konvensional tetap dipakai. Call center 117, misalnya, akan siaga penuh 24 jam. Masyarakat bisa menghubungi untuk bertanya atau melaporkan langsung jika ada kejadian darurat di tengah perjalanan.

Tak cuma itu, surat edaran sudah dikirim ke para gubernur, bupati, dan wali kota di seluruh Indonesia. Isinya satu: waspada dan siap siaga.

"Pemerintah daerah diminta memperkuat koordinasi lintas perangkat daerah, memastikan kesiapan personel dan peralatan, serta mengoptimalkan dukungan terhadap posko terpadu yang disiapkan guna mendukung kelancaran arus mudik dan balik,"

tegas Raditya.

Dukungan personel dan logistik juga akan dikirim ke daerah-daerah yang berpotensi tinggi terdampak, khususnya bencana terkait cuaca seperti banjir atau longsor. Beberapa petugas akan diterjunkan langsung untuk membantu pemantauan di posko-posko terpadu.

Dan jika cuaca benar-benar mengancam, BNPB siap berkoordinasi untuk melakukan operasi modifikasi cuaca. Upaya itu dilakukan sebagai bentuk mitigasi ekstra, demi memangkas risiko bencana hidrometeorologi yang bisa mengganggu perjalanan pulang kampung masyarakat.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar