Yogyakarta masih belum bisa bernapas lega. Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) baru saja memutuskan untuk memperpanjang status siaga darurat bencana hidrometeorologi. Status ini akan terus berlaku hingga Maret 2026, sebuah langkah yang diambil untuk mengantisipasi cuaca ekstrem yang diperkirakan masih mengintai di puncak musim hujan ini.
Keputusan resminya tertuang dalam Keputusan Gubernur DIY Nomor 432 Tahun 2025. Artinya, sejak 20 Desember tahun lalu hingga 19 Maret mendatang, seluruh wilayah DIY secara resmi berada dalam status siaga. Cakupannya luas: mulai dari banjir, tanah longsor, sampai ancaman cuaca ekstrem lainnya.
Agustinus Ruruh Haryata, sang Kepala Pelaksana BPBD DIY, menjelaskan alasan di balik keputusan ini. Menurutnya, ini murni langkah antisipatif.
"Kalau menurut prediksi BMKG, puncak curah hujan di tahun ini kan ada di Januari-Februari," ujarnya di Yogyakarta, Senin (12/1).
"Ini kan sebagai langkah antisipatif bagaimana kita menghadapi bencana hidrometeorologi. Jadi, lebih baik kita siap daripada tergagap," tambah Ruruh, menegaskan filosofi kesiapsiagaan yang diusung.
Peringatan untuk Warga: Waspada di Lingkungan Sendiri
Di sisi lain, Ruruh tak henti-hentinya mengimbau masyarakat untuk ikut meningkatkan kewaspadaan. Ia meminta warga jeli mengidentifikasi potensi risiko di sekitar rumah mereka, baik sendiri maupun secara berkelompok.
Bahaya itu seringkali bersembunyi di tempat yang kurang diperhatikan. Misalnya, pohon-pohon tinggi yang sudah rapuh atau saluran drainase yang tersumbat dan tak berfungsi maksimal saat hujan deras tiba.
"Pohon-pohon yang tinggi dan rapuh itu segera dilakukan pruning. Kalau sudah rapuh ya dipotong, karena beberapa kali kejadian pohon tumbang justru menimbulkan korban jiwa," tegasnya.
Bagi yang tinggal di daerah perbukitan atau kontur tanah tidak rata, perhatian khusus harus diberikan. Masyarakat diminta mewaspadai munculnya rekahan tanah, sekecil apapun itu.
Artikel Terkait
Belanja Akhir Tahun 2025 Tetap Bergairah, Tapi Waspada Inflasi Jelang Ramadan
Prabowo Pasang Target: Indonesia Bebas Kemiskinan Ekstrem 2029
Prabowo Beri Sinyal Tegas: Energi Bersih dan Mandiri, atau Tidak Sama Sekali
Menkes Targetkan Rumah Nakes Korban Banjir Bandang Pulih Sebelum Lebaran