Bareskrim Tangkap Bandar Sabu Buronan NTB yang Hendak Kabur ke Malaysia

- Jumat, 27 Februari 2026 | 09:30 WIB
Bareskrim Tangkap Bandar Sabu Buronan NTB yang Hendak Kabur ke Malaysia

Bareskrim Polri akhirnya menangkap Erwin Iskandar, bandar sabu yang jadi buronan di NTB. Orang yang dikenal sebagai Ko Erwin ini berhasil diamankan di Tanjung Balai, Sumatera Utara. Rupanya, dia sedang dalam upaya melarikan diri ke Malaysia.

Kabarnya, penangkapan terjadi Kamis lalu. Brigjen Eko Hadi Santoso dari Dit Tipidnarkoba Bareskrim membenarkan hal itu.

"Benar, yang bersangkutan sudah kami amankan dan saat ini dalam perjalanan ke Bareskrim Polri," ujar Eko Hadi, Jumat (27/2/2026).

Menurut sejumlah saksi, Ko Erwin bukan satu-satunya yang diamankan. Ada dua orang lagi yang ikut diciduk. Mereka ini diduga membantu merancang pelarian si bandar.

Kombes Kevin Leleury dari Satgas NIC menjelaskan, satu tersangka diamankan di Riau, satunya lagi di Tanjung Balai. "Keterangannya mengatur agar DPO ini kabur ke Malaysia," kata Kevin.

Ketiganya sudah tiba di Bandara Soekarno-Hatta pagi tadi, sekitar pukul 08.00 WIB. Sekarang, mereka dibawa ke Bareskrim untuk menjalani pemeriksaan lebih mendalam.

Status DPO dan Keterlibatan Oknum

Sebelum ditangkap, Ko Erwin sudah masuk daftar pencarian orang (DPO) sejak 21 Februari 2026. Surat resminya jelas memerintahkan untuk mengawasi, menangkap, atau melaporkan keberadaannya.

Dia diketahui punya beberapa alamat, tersebar dari Sumbawa, Gowa, hingga Makassar. Secara fisik, pria ini digambarkan berkulit sawo matang, tinggi 167 cm, dan berat badan sekitar 85 kilogram.

Kasusnya ini ternyata menjalar dan menyeret nama-nama besar. Ko Erwin disebut terlibat dengan mantan Kapolres Bima Kota, AKBP Didik Putra Kuncoro, serta mantan Kasatresnarkobanya, AKP Malaungi.

Modusnya? Ko Erwin dikabarkan mentransfer uang hingga Rp 1 miliar ke rekening yang dikuasai Malaungi. Tujuannya, agar bisa leluasa mengedarkan sabu-sabu. Uang itu konon merupakan 'jaminan' untuk AKBP Didik.

Penangkapan ini, tentu saja, menjadi perkembangan signifikan. Bareskrim sepertinya tak main-main memburu para bandar yang mencoba kabur ke luar negeri.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar