Prabowo Minta Maaf Gagal Bawa Pencak Silat ke Olimpiade, Serahkan Estafet ke Sugiono

- Senin, 13 April 2026 | 01:40 WIB
Prabowo Minta Maaf Gagal Bawa Pencak Silat ke Olimpiade, Serahkan Estafet ke Sugiono

Di tengah gemuruh Munas PB IPSI ke-16 di Jakarta International Convention Center, Sabtu lalu, Presiden Prabowo Subianto secara resmi meletakkan jabatannya sebagai Ketua Umum. Momen peralihan kepemimpinan itu berlangsung khidmat, dengan Sugiono terpilih sebagai penggantinya untuk periode 2026-2030.

Namun begitu, perhatian banyak peserta justru tersedot oleh ucapan Prabowo. Di hadapan para kader dan pelatih, ia menyampaikan permintaan maaf. "Saya minta maaf," ujarnya, "karena belum berhasil membawa pencak silat ke Olimpiade."

Pernyataan itu ia sampaikan dengan nada yang lugas. Prabowo berharap penerusnya bisa melanjutkan perjuangan yang selama ini belum kesampaian. Tapi ia juga memberi catatan penting.

"Kita tidak perlu terlalu obsesi," tegasnya.

Menurut Prabowo, ada hal yang jauh lebih krusial daripada sekadar mengejar panggung Olimpiade. Yakni menjaga kemurnian dan mutu dari pencak silat itu sendiri. "Kalau ilmunya murni, ilmunya kuat, saudara-saudara dari mana-mana akan datang belajar. Itu sudah terbukti," paparnya. Ia mencontohkan bagaimana banyak negara lain yang justru datang ke Indonesia untuk mempelajari seni bela diri asli Nusantara ini, dan kerap menjadi juara.

Sebelumnya, Prabowo juga menyampaikan terima kasih atas dukungan selama lima periode ia memimpin. Ia mengakui, dalam tiga tahun terakhir aktivitasnya di depan memang berkurang. Tapi dukungan dari belakang, terlebih kini sebagai Presiden, akan tetap mengalir. "Saya kira pembinaan IPSI akan lebih dahsyat lagi," ucapnya penuh keyakinan.

Di sisi lain, meski tak lagi menjabat, Prabowo menegaskan komitmennya tidak luntur. Ia berjanji akan terus memperhatikan dan mendukung langkah PB IPSI ke depannya. "Pasti saya akan dukung," pungkas orang nomor satu di Indonesia itu, menutup sambutannya.

Acara kemudian berlanjut dengan agenda berikutnya. Suasana di hall JICC pun kembali ramai, meninggalkan kesan mendalam dari permintaan maaf sekaligus wejangan dari sang mantan ketum.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar