Alumni UNS Kumpul di Smesco Tower, Perkuat Jejaring untuk Kolaborasi Nyata

- Senin, 13 April 2026 | 08:20 WIB
Alumni UNS Kumpul di Smesco Tower, Perkuat Jejaring untuk Kolaborasi Nyata

Jakarta, Minggu lalu, Smesco Tower ramai oleh riuh rendah obrolan. Mereka berkumpul, berjabat tangan, dan saling menyapa. Ini bukan sekadar acara halal bihalal biasa, melainkan momen spesial bertajuk "UNS Coming Home 2026" yang digelar Ikatan Alumni Universitas Sebelas Maret bersama almamaternya. Acara ini jelas lebih dari sekadar silaturahmi; ia sengaja dibangun sebagai platform kolaborasi nyata.

Alumni dari berbagai generasi dan latar profesi hadir. Dari yang baru lulus hingga yang sudah punya nama besar. Dan inilah kekuatannya: jejaring nasional yang mereka punya ternyata merupakan modal strategis yang sangat berharga.

Tema yang diusung pun penuh semangat: "UNStoppable: Back Together, Better Than Ever". Tema itu bukan sekadar kata-kata. Momentum ini digunakan untuk konsolidasi, memperkuat sinergi, dan tentu saja, memperluas dampak. Apalagi peran alumni UNS di berbagai sektor strategis nasional memang kian meluas.

Refleksinya terlihat jelas dari daftar tamu yang hadir. Beberapa nama besar hadir langsung, seperti Menteri Perdagangan Budi Santoso dan Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono. Tak ketinggalan, Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie, Anggota DPR Rusli Habibie, serta Dirjen Perlindungan Kebudayaan dan Tradisi Kementerian Kebudayaan, Restu Gunawan. Kehadiran mereka menunjukkan betapa kuatnya jaringan ini.

Ketua Ikatan Alumni UNS, Zudan Arif Fakrulloh, dengan tegas menyampaikan pandangannya.

"Ini adalah momen UNS-ee di mana kita kembali ke akar, sekaligus melangkah lebih jauh," ujarnya.

Dia melanjutkan, dari sinilah semangat UNStoppable dibangun. Bukan cuma soal terkoneksi, tapi juga tergerak untuk berkontribusi nyata. Menurutnya, kebanggaan terhadap almamater harus diwujudkan dalam aksi, baik untuk kampus maupun bangsa.

Zudan menekankan, peran IKA UNS kini telah bergeser. Mereka tak lagi ingin dilihat sekadar sebagai organisasi alumni biasa. Ambisinya lebih besar: menjadi orkestrator jejaring yang mampu mengonsolidasikan potensi kolektif menjadi sebuah kekuatan strategis yang solid.

Di sisi lain, Rektor UNS, Hartono, menyoroti aspek lain. Baginya, kekuatan jejaring alumni ini adalah aset penting yang tak ternilai.

"Kehadiran alumni dari berbagai sektor dan wilayah ini membuktikan bahwa UNS punya ekosistem yang kuat," ungkap Hartono.

Itu semua, lanjutnya, adalah modal berharga untuk mendorong pengembangan institusi di tengah persaingan global pendidikan tinggi yang semakin ketat. Juga untuk memperluas kolaborasi dan tentu saja, kontribusi bagi negeri.

Soal penyelenggaraan acara, Ketua Harian IKA UNS, Reza Fahmi Riawan, punya penjelasan sendiri. Pendekatan tahun ini, katanya, sengaja dirancang berbeda.

"Kami merancangnya dengan pendekatan yang lebih segar, kolaboratif, dan inklusif," jelas Reza.

Prinsipnya sederhana: semua alumni punya ruang yang sama untuk terlibat. Tanpa sekat angkatan atau profesi. Tujuannya bukan cuma berkumpul, tapi membangun sebuah ekosistem yang hidup dan yang paling krusial berkelanjutan.

Untuk mewujudkan platform kolaborasi itu, berbagai program disiapkan. Ada networking session, career hub, creative lab, sampai artisan market yang menampung UMKM milik alumni. Inisiatif-inisiatif seperti inilah yang menjadi bentuk konkret penguatan ekonomi berbasis jejaring. Peluang sinergi bisnis pun terbuka lebar.

Ke depannya, UNS Coming Home ini jelas bukan acara satu tahun sekali yang lalu selesai. Ia diproyeksikan jadi platform berkelanjutan untuk membangun ekosistem alumni yang solid, adaptif, dan penuh dampak. Dengan semangat BanggaUNS dan BersamaBerdayaBerkarya, komitmen untuk memperkuat sinergi antara alumni dan almamater terus digaungkan. Semua untuk kekuatan kolektif menatap masa depan.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar