Darma Henwa Pertimbangkan Dividen Pertama Usai Laba Bersih Melonjak 7.697%

- Senin, 13 April 2026 | 08:30 WIB
Darma Henwa Pertimbangkan Dividen Pertama Usai Laba Bersih Melonjak 7.697%

PT Darma Henwa Tbk (DEWA), salah satu emiten di bawah bendera Grup Bakrie, akhirnya membuka kemungkinan untuk membagikan dividen. Ini kabar yang cukup mengejutkan, lho. Soalnya, sejak perusahaan ini tercatat di bursa, belum sekalipun mereka memberikan dividen kepada para pemegang sahamnya.

Direktur DEWA, Ricardo Silaen, mengungkapkan bahwa rencana ini muncul berkat kinerja keuangan perusahaan yang benar-benar melesat di tahun 2025. Bagaimana tidak, laba bersih mereka melonjak fantastis ke angka Rp 4,3 triliun. Kalau dilihat persentasenya, kenaikannya mencapai 7.697% dari laba tahun 2024 yang cuma Rp 55,2 miliar. Sungguh sebuah lompatan yang luar biasa.

Menurut Ricardo, perbaikan operasional jadi penyokong utama. Capaian operasional mereka naik lebih dari dua kali lipat, yang otomatis mendongkrak laba sebelum pajak. "Tentu saja ketika kita bicara dividen ini sesuatu yang sangat baru bagi Darma Henwa," ujarnya.

Ricardo menambahkan, "Tapi adalah komitmen kita ingin menunjukkan bahwa (hasil) perbaikan kinerja ingin kami kembalikan ke shareholders juga." Pernyataan itu disampaikannya dalam siaran YouTube Samuel Sekuritas, Jumat (10/4) lalu.

Namun begitu, soal berapa besar porsi yang akan dibagikan, itu masih harus ditimbang-timbang. Manajemen harus mempertimbangkan kebutuhan kas perusahaan, termasuk untuk belanja modal dan modal kerja. Keputusan akhirnya, tentu saja, menunggu persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Soal Saham Buyback yang Sudah Rampung

Ricardo juga menyentuh soal program buyback saham yang sudah mereka selesaikan pada Februari 2026 lalu. Saham-saham yang dibeli kembali itu kini berstatus sebagai saham treasuri.

Perusahaan punya waktu sekitar tiga tahun untuk menyimpan saham treasuri tersebut, sesuai aturan yang berlaku. Aksi ini sendiri diniatkan sebagai salah satu cara untuk menjaga stabilitas harga saham di tengah gejolak pasar yang kerap tak menentu.

"Menarik juga sebenarnya ketika melihat kalau dari historisnya 52 minggu ke belakang harganya dari sekitar Rp 83 sudah di Rp 500,” tutur Ricardo.

Sepanjang program berjalan, DEWA membeli kembali sekitar 1,63 miliar saham. Dana yang dihabiskan nyaris menyentuh Rp 950 miliar. Hasilnya, perusahaan kini menguasai sekitar 4,03% saham treasuri dari total modal. Harapannya, langkah ini bisa bikin investor makin percaya dengan fundamental dan prospek DEWA ke depannya.

Membidik Status sebagai Holding Investasi

Editor: Raditya Aulia


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar