Sambungan…
BAYANGAN KEMBALINYA SANG JENDERAL BESAR
"ORDE BARU Kedua" "Operasi Senyap Menata Kekacauan"
Benz Jono Hartono Praktisi Media Massa, Vice Director Confederation ASEAN Journalist (CAJ) PWI Pusat dan Executive Director HIAWATHA Institute
Skenario Imajiner: Seandainya Soeharto Masih Hidup Dan Masih Berkuasa Hari Ini
Langkah Ke Lima "Membenahi Ekonomi dengan Tangan Dingin"
Bayangkan kondisi ekonomi kita sekarang. Utang menumpuk, kebijakan saling tabrak, investasi kabur, dan angka pengangguran merangkak naik. Dalam situasi seperti ini, Soeharto mungkin akan mengambil langkah-langkah klasik yang dulu pernah diterapkannya.
Pertama-tama, stabilitas adalah kunci. Tanpa itu, percuma bicara pertumbuhan. Pasar butuh kepastian, investor butuh ketenangan. Soeharto dikenal akan caranya menempatkan teknokrat murni di posisi strategis, bukan politisi atau pengusaha yang dekat dengan partai.
Di sisi lain, mafia yang kebablasan pasti akan ditindak tegas. Bukan diundang rapat, tapi dipotong jalurnya. Memang di era Orba korupsi tetap ada, tapi setidaknya masih "rapi dan terkendali". Bandingkan dengan sekarang yang terkesan acak dan liar. Bagi Soeharto, model begini tidak profesional sama sekali.
Lalu soal pangan. Ia mungkin akan kembali menggalakkan swasembada dengan gaya baru. Kartel-kartel pangan yang bermain akan disapu bersih. Caranya? Dipanggil, diajak bicara baik-baik, dengan senyum. Tapi semua yang terlibat paham, itu bukan ajakan diskusi, melainkan peringatan halus yang sangat tegas.
Penutup "Soeharto Bukan Kembali untuk Berkuasa, Tapi Menertibkan"
Dalam skenario fiksi politik ini, Soeharto tidak datang untuk menggulingkan siapa-siapa. Ia tidak haus jabatan lagi. Yang ia bawa adalah figur stabilitas, seperti jam dinding tua yang meski kuno, jarumnya tetap bergerak tepat.
Setelah semuanya tenang partai bersatu, ekonomi membaik, pejabat gaduh tergantikan oleh yang berkualitas ia mungkin hanya akan berucap singkat:
"Wis to, saiki kowe kabeh sing nerusake. Negara iki ora butuh ribut. Butuh kerja."
Lalu ia pergi lagi. Meninggalkan Indonesia dalam ketenangan yang mirip era 1970-an, tapi kali ini mudah-mudahan tanpa membungkam suara kritis seperti dulu.
Benz Jono Hartono Praktisi Media Massa, Vice Director Confederation ASEAN Journalist (CAJ) PWI Pusat dan Executive Director HIAWATHA Institute di Jakarta
Artikel Terkait
Kuasa Hukum Bantah Video Viral Sarwendah Sindir Ruben Onsu
Komisi III DPR Soroti Aturan Etika Anggota Polri Aktif yang Bergabung dengan Ormas
Tiga Remaja di Makassar Ditangkap, Serang Permukiman Demi Konten Media Sosial
Mantan Kades Cipancar Ditahan Kejari Garut, Rugikan Negara Rp653 Juta Lewat Dana Desa