Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan perhatian khusus terhadap kawasan padat penduduk yang dinilai rawan kebakaran. Ia menegaskan bahwa sejumlah wilayah tersebut akan segera ditata ulang untuk menekan risiko bencana yang kerap menimbulkan korban jiwa dan kerugian materiil.
Pramono menyebutkan, beberapa daerah yang menjadi sorotan antara lain Tambora di Jakarta Barat, serta Cakung dan sekitarnya. Menurutnya, tingkat kepadatan penduduk yang sangat tinggi di wilayah-wilayah itu menjadi faktor utama yang meningkatkan kerentanan terhadap kebakaran. “Jadi Tambora termasuk Tambora, Cakung, dan sebagainya termasuk daerah yang mendapatkan perhatian khusus dari Pemerintah DKI Jakarta karena memang tingkat kepadatannya tinggi banget,” ujar Pramono kepada wartawan di Balai Kota DKI, Jumat (5/6/2026).
Di antara kawasan tersebut, Tambora tercatat sebagai wilayah dengan frekuensi kebakaran paling tinggi. Kondisi ini mendorong pemerintah daerah untuk merancang program penataan kembali kawasan tersebut. “Kebakaran paling salah satu yang tinggi adalah di Tambora. Nah itu yang kemudian akan kami tata kembali,” ucapnya.
Sementara itu, dalam upaya pencegahan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah mendistribusikan alat pemadam api ringan (APAR) ke setiap rukun warga (RW) di seluruh Jakarta. Langkah ini diambil agar respons awal terhadap kebakaran dapat dilakukan lebih cepat oleh warga setempat. “Berkaitan dengan kebakaran, sebenarnya semua RW se-Jakarta ini kita sudah berikan APAR,” kata Pramono.
Namun, ia mengakui bahwa kejadian kebakaran tetap tidak bisa sepenuhnya dihindari. Salah satu insiden terbaru, menurut Pramono, menewaskan seorang warga berusia 79 tahun yang terjebak di kamar mandi saat api melalap bangunan. “Tetapi memang kebakaran yang terjadi kemarin ya, semalam, yang kemudian di ada yang meninggal satu karena terjebak di kamar mandi, usia 79 tahun,” ujarnya.
Menghadapi situasi tersebut, Pramono menekankan pentingnya kehadiran jajaran pemerintah dalam setiap penanganan kebakaran. Ia meminta agar aparat dan petugas terkali tetap siaga dan tanggap meskipun peristiwa tersebut bersifat insidental. “Nah yang seperti-seperti ini saudara-saudara sekalian, tetap walaupun ini kejadiannya bersifat insidental, saya meminta kepada jajaran Pemerintah DKI Jakarta untuk hadir,” lanjutnya.
Artikel Terkait
392 Jemaah Haji Kloter 5 Gowa Tiba di Makassar, Satu Orang Wafat di Tanah Suci
Keluarga Korban dan Pelaku Pengeroyokan Siswa di Baranangsiang Sepakat Berdamai
Wanita di Surabaya Dituntut 15 Tahun Penjara Terkait Investasi Bodong Spring Bed yang Rugikan Korban Rp220 Miliar
Nanik S. Deyang Resmi Ditunjuk sebagai Kepala BGN, Fokus Perbaiki Kualitas Program Makan Bergizi Gratis