Pertandingan persahabatan internasional yang digelar di Madrid pada pertengahan pekan ini menjadi panggung bagi salah satu talenta muda paling menjanjikan Spanyol. Tim asuhan Luis de la Fuente harus puas bermain imbang 1-1 melawan Mesir dalam laga yang sejatinya merupakan bagian dari persiapan menuju Piala Dunia FIFA mendatang. Namun, di balik hasil yang kurang memuaskan tersebut, sorotan justru tertuju pada seorang debutan: Marc Bernal.
Gelandang muda Barcelona itu mendapat kepercayaan dari pelatih untuk pertama kalinya mengenakan jersey tim senior. Penampilan perdananya di level tertinggi langsung menjadi buah bibir, meskipun ia mengakui bahwa kegugupan sempat menyelimuti dirinya di awal laga. “Saya sangat senang bisa melakukan debut. Saya rasa permainan saya sedikit meningkat seiring berjalannya waktu, wajar jika saya gugup di pertandingan pertama,” ujarnya penuh emosi setelah pertandingan.
Bagi Bernal, momen itu adalah puncak dari mimpi masa kecil yang akhirnya terwujud. “Ini adalah hari yang akan saya ingat seumur hidup. Saya telah memimpikan hal ini sejak kecil,” lanjutnya. Meskipun mendapat panggilan di tengah persaingan ketat menuju skuad Piala Dunia, ia tetap menunjukkan sikap rendah hati. “Pemain lain pantas mendapatkannya dan tidak bisa berada di sini, jadi saya merasa beruntung,” katanya, menegaskan bahwa ia tidak merasa iri terhadap rekan-rekan yang lolos ke turnamen utama.
Di sisi lain, Luis de la Fuente tidak menyembunyikan kekagumannya terhadap permainan sang pemain muda. “Dia adalah pemain yang sangat berbakat dengan kepribadian yang kuat dan penilaian yang bagus untuk bermain di posisi penting seperti gelandang tengah,” puji pelatih asal Spanyol itu. Menurutnya, potensi yang dimiliki Bernal masih sangat besar dan masih akan terus berkembang. “Seberapa jauh dia bisa melangkah akan bergantung padanya. Dia terlihat seperti pemain yang sangat penting untuk masa depan,” tambah de la Fuente.
Sementara itu, Bernal juga menunjukkan kedewasaannya dengan membela rekan setimnya di Barcelona, kiper Joan Garcia, yang melakukan kesalahan dan berujung pada gol penyama kedudukan bagi Irak. “Itu adalah permainan yang harus dia analisis, tetapi kita tahu kiper seperti apa dia. Siapa pun bisa melakukan kesalahan,” pungkasnya.
Artikel Terkait
Persib dan Borneo FC Bersaing Buktikan Tim Terbaik Indonesia di ASEAN Club Championship 2026/2027
Real Madrid Serius Incar Josko Gvardiol di Tengah Krisis Cedera Lini Belakang
PSM Makassar Dikabarkan Pulangkan Darije Kalezic sebagai Pelatih untuk Musim Depan
Putri KW Gagal Manfaatkan Dua Game Point, Takluk dari Chen Yufei di Perempat Final Indonesia Open 2026