Kebakaran di Permukiman Padat Tanah Abang Hanguskan Enam Rumah, Satu Tewas

- Jumat, 05 Juni 2026 | 14:00 WIB
Kebakaran di Permukiman Padat Tanah Abang Hanguskan Enam Rumah, Satu Tewas

Api melalap permukiman padat di Jalan Citarum, Cideng, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat dini hari, menghanguskan rumah-rumah warga hingga rata dengan tanah. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 04.48 WIB itu tidak hanya menyisakan puing, tetapi juga kepanikan dan duka bagi para penghuninya. Sejumlah warga menceritakan bagaimana api tiba-tiba membesar dan bahkan terdengar suara ledakan di tengah kobaran.

Salah seorang korban, Rusminah (65), mengaku baru saja bersiap menyiapkan bahan dagangan ketika tetangganya berteriak memberitahu adanya kebakaran. Ia panik dan langsung berlari keluar rumah tanpa sempat menyelamatkan barang berharga. Rumah kontrakan Rusminah hanya terpaut dua rumah dari titik api, membuatnya tak punya banyak waktu untuk bereaksi.

“Kebakaran, kok kamu bilang ke aku udah gede, kata saya. Pas lagi kecil dong, biar aku bisa nyelamatin apa-apa,” ujar Rusminah dengan nada getir saat ditemui di lokasi, Jumat (5/6/2026). “Yaudah saya nggak bisa nyelamatin apa-apa, lari sama anak saya nggak pake apa-apa. Udah cuma ini, sebadan doang sama nggak pake sendal.”

Tak lama setelah keluar, Rusminah mendengar suara ledakan keras yang semakin membuatnya ketakutan. Ia menduga ledakan itu berasal dari tabung gas yang ikut terbakar. “Api gede. Terus abis gede-gede, ledak tuh gas kali ya,” katanya. “Kan dor gitu, itu kan gede kan. Terus berarti itu gas,” imbuhnya.

Sementara itu, warga lain yang juga menjadi korban, Wahid (50), tengah bersiap menjalankan salat subuh ketika api mulai menjalar. Ia bahkan tak sempat menyelamatkan bahan dagangan gado-gado yang sudah ia siapkan. “Saya mau salat subuh. Terus nggak jadi, pas saya mau berangkat, api udah nyala. Ya nggak jadi bantuin, tapi udah nggak keburu selametin,” ucap Wahid.

Wahid hanya sempat membawa sepeda motor dan beberapa potong pakaian. Sementara itu, panci berisi nasi yang masih di atas kompor ikut hangus terbakar. “Lagi masak, noh masih kelihatan noh pancinya, nasi telurnya itu, masih nasi juga. Iya pancinya... masih telurnya itu,” sambungnya. “Lah itu penggorengan aja sampe somplak tuh kena api. Wajan itu ya. Itu kentang noh, kerupuk, mateng.”

Kobaran api yang cepat membesar membuat warga panik dan berlarian menyelamatkan diri. Rusminah mengingat suasana mencekam saat itu. “Keluar, pada panik keluar, pada lari masing-masing. Ketakutan lah. Terus ada bapak-bapak keluar tuh yang di dalam, mau keluar,” ucapnya.

Petugas pemadam kebakaran pun dikerahkan secara besar-besaran. Sebanyak 22 unit mobil damkar dan 88 orang personel diterjunkan ke lokasi untuk menjinakkan si jago merah. Akibat kebakaran ini, enam rumah dilaporkan terdampak dan sebanyak 10 keluarga atau sekitar 40 jiwa harus kehilangan tempat tinggal.

Peristiwa ini juga menelan korban jiwa. Satu orang dilaporkan meninggal dunia, sementara lima warga lainnya mengalami luka-luka dan telah dilarikan ke Rumah Sakit Tarakan untuk mendapatkan perawatan medis.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar