15 Tahun House of Monica Ivena, Rayakan Spektrum Perempuan Lewat Koleksi Couture

- Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:06 WIB
15 Tahun House of Monica Ivena, Rayakan Spektrum Perempuan Lewat Koleksi Couture

Genap 15 tahun berkarya di industri mode, desainer couture Monica Ivena merayakan pencapaiannya melalui pergelaran busana bertajuk Spectrum. Fashion show yang digelar di St. Regis Hotel Jakarta, Jumat (31/7), menjadi panggung bagi 30 tampilan bespoke yang mengakar kuat pada DNA desainnya: gaun-gaun mewah bernuansa elegan dan whimsical.

Sepanjang perjalanannya, House of Monica Ivena telah menembus panggung internasional. Gaun rancangannya pernah dikenakan oleh deretan nama besar dunia, seperti Khloe Kardashian, Jennifer Lopez, Taylor Swift, hingga Nicole Scherzinger. Tak hanya itu, klien bridal-nya pun datang dari berbagai negara, mulai dari Qatar hingga Kuwait.

Pada perayaan kali ini, Monica menghadirkan palet warna yang beragam namun cenderung lembut pink, biru, kuning, lilac, dan hijau yang dipadukan dengan nuansa hitam yang anggun dan berani. Warna-warna ini, menurut Monica, bukan sekadar pilihan estetika, melainkan cerminan dari dimensi perempuan yang beragam.

“Jadi, setiap warna itu punya arti. Dalam koleksi ini, aku ingin memperlihatkan melalui warna dan tekstur bahwa ada kekuatan, kelembutan, ketangguhan, keanggunan, ambisi, dan kasih sayang. Semua itu dapat hadir secara bersamaan dan membentuk keunikan masing-masing individu,” ucap Monica dalam konferensi pers.

“Karena itu, nama Spectrum dipilih untuk mewakilkan keberagaman tersebut. Selain berbicara soal warna, kita juga bicara soal perempuan,” imbuhnya.

Koleksi Spectrum juga menampilkan elemen khas yang menjadi ciri House of Monica Ivena, atau yang dikenal sebagai House Code: quaint and ornamental, extravagant fairy tales, fleur and flounce, architectural femininity, dan opulent contrast. Seluruh kekhasan itu bergabung menjadi satu dalam gaun-gaun apik dengan sentuhan elegan yang magis dan anggun.

Di balik kemegahan setiap gaun, terdapat proses pengerjaan yang rumit. Monica menjelaskan, desainnya yang bertabur payetan, bordiran intricate, siluet struktural yang tajam, serta permainan volume yang dramatis adalah hasil karya tangan para perajin.

“Setiap look dikerjakan secara handcrafted di atelier kami dengan banyak detail yang membutuhkan proses pekerjaan yang sangat teliti dan memakan waktu. Di dalam setiap karya tersebut terdapat dedikasi, ketelitian, dan keterampilan para artisan,” ucap Monica.

Pergelaran dibuka oleh aktris Enzy Storia yang melenggang di atas runway dalam balutan gaun korset biru pastel berhiaskan draping dan beadwork rumit. Selanjutnya, puluhan gaun bernuansa dreamy ditampilkan: gaun lengan panjang dengan rok mini bervolume berhiaskan payet biru berkilauan; evening gown kuning pastel dengan bordiran bunga merambat di sisi kanan, lengkap dengan jubah menjuntai; hingga evening gown hitam dengan potongan leher halter tipis yang anggun dan taburan payet.

Berhiaskan Perhiasan Berlian Penuh Cinta

Momen 15 tahun ini juga dimeriahkan dengan peluncuran kampanye baru Love Poetry Reimagined, yang memperkenalkan kembali koleksi fine jewelry hasil kolaborasi Monica dengan Frank & co. Di area tunggu fashion show, para tamu dapat melihat deretan perhiasan bertatahkan berlian alami yang desainnya dirancang langsung oleh Monica.

Bagi Monica, perhiasan ini adalah bentuk puisi cinta yang murni dan indah. “Spectrum dan Love Poetry membentuk sebuah narasi yang saling melengkapi. Couture dan jewelry tidak hadir sebagai dua cerita yang terpisah, melainkan sebagai satu kisah emosional yang utuh tentang perempuan, cinta, dan berbagai pengalaman yang membentuk perjalanan hidup kita,” jelas Monica, yang telah berkolaborasi dengan Frank & co. sejak 2024.

Dalam koleksi Love Poetry, ditampilkan lini Amorem dan Prismata yang diperluas, serta lini terbaru bernama Plena. Setiap perhiasan tidak hanya menampilkan batu mulia seperti safir biru dan safir pink, tetapi juga butir-butir berlian berkilauan. Bentuk pendaran cahaya menjadi desain utama koleksi ini.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags