Lion Parcel Luncurkan MINIPACK untuk Kirim Paket di Bawah 300 Gram

- Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:00 WIB
Lion Parcel Luncurkan MINIPACK untuk Kirim Paket di Bawah 300 Gram

Belanja online telah menjadi bagian tak terpisahkan dari gaya hidup masyarakat yang mengutamakan kepraktisan. Produk seperti fesyen, skincare, aksesori, perlengkapan gadget, hingga alat tulis kini lebih sering dibeli secara daring karena mudah dan efisien. Menariknya, banyak barang-barang tersebut ternyata memiliki bobot kurang dari 300 gram.

Namun, dalam proses pengiriman, pelanggan sering kali dikenakan tarif minimum 1 kilogram (kg), sehingga biaya ongkir tidak sebanding dengan berat paket yang dikirim. Kondisi ini mendorong kebutuhan akan layanan logistik yang lebih sesuai untuk paket ringan.

Chief Marketing Officer Lion Parcel, Kenny Kwanto, mengungkapkan bahwa pengiriman paket ringan meningkat, tetapi banyak pelanggan mengeluh karena harus membayar ongkir untuk berat 1 kg yang dirasa kurang efisien. Bahkan, sebagian menyebutnya sebagai "bayar angin".

Menanggapi kebutuhan tersebut, Lion Parcel menghadirkan layanan baru khusus untuk pengiriman paket ringan di bawah 300 gram, bernama MINIPACK. Data internal perusahaan menunjukkan bahwa banyak barang yang umum dikirim masyarakat memiliki bobot di bawah 300 gram, namun banyak pelanggan tidak mengetahui berat asli paket yang akan dikirim.

"Padahal, dengan mengetahui berat kiriman, masyarakat dapat memilih layanan pengiriman yang lebih sesuai dengan karakteristik barangnya," tutur Kenny dalam keterangannya, Selasa (4/8/2026).

Kenny mencontohkan, dokumen seperti surat, invoice, maupun berkas perusahaan umumnya memiliki bobot di bawah 300 gram. Begitu pula dengan berbagai jenis buku yang sering dibeli secara online, seperti buku saku atau buku tulis, yang sebagian besar juga memiliki berat di bawah 300 gram.

Dengan mengetahui karakteristik paket tersebut, pelanggan dapat memilih layanan MINIPACK Lion Parcel agar biaya pengiriman lebih hemat karena tidak dikenakan tarif minimum 1 kilogram.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags