Salah satu daerah yang paling sering terjadi bentrokan antara warga asli Palestina dengan tentara penjajah Israel yaitu desa Al Issawiya serta Desa Silwan.
Bahkan bentrokan yang diakibatkan oleh penyerangan militer Israel ini semakin meningkat dan terjadi hampir setiap hari sejak perang pecah pada 7 Oktober 2023 lalu.
Militer Israel menyerbu Silwan dan juga Al Issawiya, menangkap beberapa orang pemudanya, serta mengusir pemilik asli rumah, kemudian mengakui rumah yang mereka sita sebagai milik Israel.
Menurut akun X @AlqudsAlbawsala, hal ini disebabkan karena Al Issawiya dikenal selama beberapa dekade terakhir atas perlawanan rakyatnya yang teguh kepada militer Israel.
Issawiya bahkan mencatat banyak sekali syahid dan juga tahanan yang diambil dari lingkungan mereka.
Baca Juga: Daftar 92 Nama Jurnalis Terbunuh di Palestina Akibat Serangan Brutal Israel Sejak 7 Oktober 2023
Fakta yang diungkap oleh akun yang sama menjelaskan bahwa militer Israel menyita sekitar 70% tanah Al Issawiya untuk perluasan pemukiman (jalan, pos pemukiman, taman).
Tidak hanya itu, militer Israel juga mendirikan “taman nasional” di tanah sitaan Al-Issawiya di lereng Gunung Scopus.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: surabaya.jatimnetwork.com
Artikel Terkait
Macron Serukan Koalisi Kemerdekaan untuk Lawan Dominasi AS dan China
Iran Klaim Tembak Jatuh Dua Jet Tempur AS, Bantah Klaim Trump Soal Pertahanan Udara
Akademisi Soroti Troll Army sebagai Alat Baru Propaganda Politik di Era Digital
Trump Ancam Rebut Pulau Kharg, Ultimatum AS ke Iran Berakhir 6 April