Mulai Sabtu malam (10/1), suasana di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Selatan, berubah total. Ratusan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) mulai masuk 'barak'. Mereka tak sekadar berkumpul, tapi akan digembleng dalam pelatihan semi-militer yang ketat selama sebulan penuh, tepatnya hingga 9 Februari 2026 mendatang. Tujuannya jelas: mempersiapkan mereka jadi petugas haji yang tangguh.
Inspektur Jenderal Kementerian Haji dan Umrah RI, Mayjen TNI (purn) Dendi Suryadi, hadir dalam gladi bersih pembukaan. Ia dengan tegas membeberkan empat target utama yang dikejar dari metode pelatihan ala militer ini.
"Ini bagian dari ikhtiar kita untuk menghadirkan petugas haji yang lebih profesional dan berintegritas melalui empat sasaran," ujar Dendi usai acara.
Target pertama, soal fisik. Dendi menekankan bahwa ibadah haji itu 90 persennya adalah ibadah fisik. Jadi, petugas harus punya kondisi tubuh yang kuat, tak mudah lelah.
Kedua, masalah mental. Mereka harus siap sepenuhnya menjadi pelayan bagi jemaah di tanah suci. Mental melayani ini harus benar-benar tertanam.
Artikel Terkait
Janji Motor Tak Ditepati, Anak Tusuk Ayah hingga Tewas di Bulukumba
Gen Halal Championship 2025 Cetak 45 Finalis, Bukti Gaya Hidup Halal Kian Digandrungi Pelajar
Heboh Video 1 Menit 50 Detik, Teh Pucuk Harum Jadi Misteri yang Picu Bahaya Phising
Parlemen Iran Ancam AS dan Israel Jadi Sasaran Balasan Militer