Kreator Konten di Gowa Didenda Rp1 Miliar karena Siarkan Ilegal BYON Combat

- Jumat, 27 Februari 2026 | 02:00 WIB
Kreator Konten di Gowa Didenda Rp1 Miliar karena Siarkan Ilegal BYON Combat

Jakarta – Denda satu miliar rupiah. Itulah harga yang harus dibayar seorang kreator konten asal Gowa, Sulawesi Selatan, setelah kedapatan menyiarkan langsung ajang BYON Combat Showbiz Vol. 5. Siaran itu ternyata ilegal, tanpa izin dari pemegang hak resmi.

Kasus ini ramai setelah tayangan yang seharusnya berbayar atau Pay-Per-View (PPV) itu malah beredar bebas di TikTok. Akun @bambangmosaja jadi sorotan. Pihak penyelenggara geram, karena aksi ini dinilai sebagai pembajakan konten yang merugikan banyak pihak.

Menurut sejumlah saksi, awalnya warganet yang melaporkan. Mereka menemukan siaran ulang pertandingan premium itu tersebar di media sosial. Laporan itu kemudian berujung pada proses hukum yang melibatkan aparat.

Presiden BYON Combat, Yosua Marcellos Muliardo atau yang akrab disapa Cellos, tak main-main menyikapi hal ini. Dalam sebuah konferensi pers di Jakarta Pusat, ia tegas menyatakan sikapnya.

"Pembajakan konten PPV bukan sekadar pelanggaran biasa. Ini bisa mematikan industri yang sedang berkembang. Atlet, promotor, hingga pekerja kreatif terdampak langsung," ujar Cellos.

Ia menjelaskan, sistem tayangan berbayar itu justru dirancang untuk menghidupi atlet dan menjamin industri olahraga tarung ini tetap berjalan. Tanpa dukungan itu, semuanya bisa runtuh.

Di sisi lain, tindakan hukum yang diambil ini bukan cuma soal efek jera. Cellos bilang, ini juga bentuk edukasi untuk publik. Industri olahraga yang mengandalkan hak siar eksklusif memang sangat rapuh. Satu pelanggaran bisa berakibat luas.

Pelanggaran hak cipta seperti ini jelas ada konsekuensinya. Sanksi pidana atau denda besar sudah diatur dalam undang-undang. Harapannya, kasus ini jadi pelajaran.

Masyarakat diingatkan untuk lebih bijak. Mengakses dan membagikan konten digital, apalagi yang berbayar dan dilindungi hukum, tidak bisa sembarangan. Masa depan industri kreatif dan olahraga, sedikit banyak, ada di tangan penontonnya juga.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar