Operasi Senyap di Pelabuhan Pomako: Tiga Pengedar Narkoba Digulung

- Senin, 12 Januari 2026 | 17:50 WIB
Operasi Senyap di Pelabuhan Pomako: Tiga Pengedar Narkoba Digulung

Babinsa dan Personel Gabungan Amankan Pengedar Narkoba di Pelabuhan Pomako

Malam Minggu di Pelabuhan Perikanan Pomako, Mimika Timur, tak berjalan biasa. Sekitar pukul 22.30 WIT, suasana yang biasanya sepi justru menjadi tempat sebuah operasi gabungan. Aksi ini berawal dari informasi warga yang resah. Mereka melaporkan adanya peredaran gelap narkoba di sekitar pelabuhan itu.

Mendengar laporan itu, Sertu Benjamin Sitomurang, Babinsa Koramil Agimuga, Kodim 1710/Mimika, segera bergerak. Dia tak sendirian. Bersama personel TNI AL dari Lanal Timika dan kepolisian, mereka menyusun rencana. Sasaran mereka jelas: mengamankan pengedar sekaligus pemakai narkoba jenis sabu dan ganja yang berkeliaran di lokasi.

Operasi pun digelar. Hasilnya, tiga orang pelaku berhasil diamankan. Barang bukti berupa narkotika jenis sabu dan ganja juga disita. Aksi ini menunjukkan sinergi yang cepat antar aparat, berkat informasi awal dari masyarakat.

Menanggapi keberhasilan ini, Dandim 1710/Mimika, Letkol Inf Redi Dwi Yuda Kurniawan, S.I.P., memberikan penjelasan. Menurutnya, prosesnya dimulai dari laporan Danramil.

“Anggota kami, Babinsa, sudah lebih dulu mengumpulkan informasi dari warga dan Anak Buah Kapal (ABK). Mereka melaporkan ada aktivitas mencurigakan terkait narkoba di sana,” ujar Dandim.

Dia melanjutkan, setelah laporan masuk, Babinsa tak langsung gegabah. Ada proses verifikasi yang cermat.

“Sertu Sitomurang dan tim melakukan penyelidikan dan pengembangan informasi. Bahkan, sekitar lima jam sebelum penangkapan, mereka sudah melakukan pengintaian ke lokasi untuk memastikan semuanya akurat. Baru setelah itu, koordinasi dengan Pos Lanal Timika dilakukan untuk eksekusi,” paparnya lebih rinci.

Di sisi lain, Dandim tak lupa memberikan apresiasi. Kerja cepat dan responsif Babinsa di lapangan patut diacungi jempol.

“Sebagai komandan, saya sangat menghargai kinerja mereka. Begitu ada laporan dari warga, langsung ditindaklanjuti dengan observasi, pengumpulan data, dan tindakan nyata. Ini bentuk pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat,” tandas Letkol Redi.

Operasi malam itu, meski singkat, membawa pesan tegas: peredaran narkoba tidak akan diberi ruang. Kolaborasi TNI, AL, dan Polri, ditambah kewaspadaan warga, menjadi kombinasi ampuh untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih dari barang haram tersebut.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar