Suasana ibadah di Gereja Apostolik Kristus, Eruku, tiba-tiba berubah jadi mimpi buruk. Selasa malam (18/11) lalu, kelompok bersenjata menerobos masuk. Dentuman tembakan memecah kekhidmatan, memaksa jemaat yang ketakutan berhamburan mencari perlindungan. Dua orang dilaporkan tewas dalam serangan itu. Pastor dan sejumlah jemaat lainnya malah dibawa kabur oleh para penyerang.
Rekaman video yang beredar dan sudah diverifikasi Reuters memperlihatkan mencekamnya situasi saat itu. Jemaat berdesakan, suara tembakan terus terdengar. Para pelaku, dengan santainya, mengambil barang-barang milik jemaat sambil tetap melepaskan tembakan. Kota Eruku di negara bagian Kwara itu pun langsung bergejolak.
Menanggapi insiden ini, Gubernur Kwara tak mau tunggu lama. Dia langsung memerintahkan pengerahan tambahan pasukan keamanan ke lokasi. Polisi pun bergerak cepat, tiba di gereja sekitar pukul enam sore. Di dalam gereja, mereka menemukan satu korban tewas tertembak. Tak jauh dari situ, di area semak-semak, satu jenazah lagi ditemukan. Meski angka resmi menyebut dua korban, saksi mata di lapangan punya cerita yang sedikit berbeda. Menurut mereka, setidaknya tiga orang jemaat meregang nyawa.
“Mereka mengumpulkan beberapa jemaat, termasuk pastor, lalu membawa mereka masuk ke semak-semak,” ujar Joseph Bitrus, salah seorang jemaat yang selamat. Dia enggan menyebut berapa persisnya jumlah yang diculik. Situasinya masih sangat tidak jelas.
Yang bikin suasana makin runyam, peristiwa di Kwara ini cuma berselang beberapa hari dari penculikan 25 siswi di Sekolah Menengah Komprehensif Putri Pemerintah, Kebbi. Nasib para siswi itu sampai sekarang masih gelap. Dua insiden beruntun ini rupanya bikin Presiden Bola Tinubu mengambil langkah tak biasa. Dia menunda kunjungannya ke Afrika Selatan untuk KTT G20 dan ke Angola untuk pertemuan Uni Afrika-Uni Eropa. Alasannya: dia harus terima pengarahan mendalam soal kedua kasus ini dan memerintahkan operasi besar-besaran untuk memburu pelaku di Kwara.
Lewat juru bicaranya, Bayo Onanuga, Tinubu meminta badan keamanan melakukan segala cara. Utamanya, untuk bebaskan para siswi yang diculik bandit dan bawa mereka pulang dengan selamat.
Memang, masalah keamanan di Nigeria lagi runyam banget. Di timur laut, pemberontakan kelompok Islamis masih berkecamuk. Sementara di barat laut, aksi penculikan dan pembunuhan oleh kelompok bersenjata terus terjadi. Belum lagi konflik berdarah antara penggembala (yang umumnya Muslim) dan petani (mayoritas Kristen) di wilayah tengah. Kondisi ini sampai membuat Amerika Serikat memasukkan Nigeria dalam daftar negara yang dapat perhatian khusus. Situasinya memang lagi genting.
Artikel Terkait
Polri Terapkan Rekayasa Lalu Lintas Berbasis Data di Jalur Puncak, Volume Kendaraan Capai 40.000 per Hari
Ruben Onsu Hentikan Nafkah ke Sarwendah karena Tak Dapat Akses Temui Anak
Ledakan Bom Peninggalan Perang Dunia II di Biak Tewaskan Lima Orang, 55 Warga Mengungsi
Polisi Bekuk Komplotan Pembegal Truk di Maros, Target Empat Lokasi