Haramain Tingkatkan Kapasitas Kursi 11 Persen untuk Layani 2,2 Juta Jemaah Haji 2026

- Minggu, 24 Mei 2026 | 16:40 WIB
Haramain Tingkatkan Kapasitas Kursi 11 Persen untuk Layani 2,2 Juta Jemaah Haji 2026

Sementara Indonesia baru saja mengoperasikan Kereta Cepat Whoosh, Arab Saudi telah lebih dulu memiliki Haramain, moda transportasi cepat yang memegang peranan krusial dalam mendukung kelancaran ibadah haji. Kereta api berkecepatan tinggi yang dikelola oleh Saudi Arabia Railways (SAR) ini menjadi tulang punggung mobilitas jemaah di antara kota-kota suci.

Menyambut musim haji tahun ini, Haramain High Speed Railways (HHR) meningkatkan kapasitas kursi hingga 2,2 juta tempat duduk. Angka ini mencatat kenaikan sekitar 11 persen atau setara dengan lebih dari 210.000 kursi tambahan dibandingkan tahun sebelumnya. Langkah ini ditempuh untuk mengantisipasi lonjakan jumlah jemaah dan wisatawan yang terus meningkat menjelang puncak ibadah haji.

Public and Media Relations Manager Haramain, Khaled Y Al Farhan, menjelaskan bahwa saat ini kereta cepat Haramain mengoperasikan lebih dari 140 perjalanan setiap harinya. Sejak dimulainya operasional musim Haji 1447 Hijriah, layanan ini telah mengangkut lebih dari 800.000 penumpang.

“Sejak dimulainya operasional musim Haji 1447 Hijriah layanan ini telah mengangkut lebih dari 800.000 penumpang,” kata Khaled di Stasiun Bandara Internasional King Abdul Aziz, Sabtu (23/5/2026).

Berdasarkan data SAR, operasi transportasi haji di jalur ini resmi dimulai pada 5 Mei. Keberangkatan awal dari Stasiun Bandara Internasional King Abdul Aziz di Jeddah menuju Makkah menandai dimulainya layanan kereta api untuk musim ibadah haji tahun ini. Pantauan langsung di stasiun tersebut menunjukkan kesibukan yang sangat terasa, terutama karena stasiun terintegrasi langsung dengan akses bandara, memudahkan jemaah yang baru turun dari pesawat untuk langsung berpindah moda menuju Haramain.

“Mengesankan. Ini dapat menjadi pilihan bagi mereka yang membutuhkan waktu cepat untuk sampai Makkah atau Madinah,” ucap Zullkarnain, seorang calon jemaah haji asal Islamabad, Pakistan.

Dioperasikan pertama kali pada Oktober 2018, interior Haramain masih terawat dengan baik meski tak lagi tampak baru. Kursi berwarna cokelat menjadi ciri khas di dalam gerbong. Kereta cepat ini menggunakan Talgo 350 SRO buatan Spanyol, yang di negara asalnya dikenal dengan julukan Pato atau bebek karena bentuk moncongnya yang khas. Haramain mampu melaju hingga 300 kilometer per jam di sepanjang koridor sepanjang 453 kilometer yang menghubungkan Makkah dan Madinah.

“Perjalanan antara Makkah dan Madinah ditempuh sekitar dua jam, sangat efisien dibandingkan mengendarai mobil atau bus yang memakan waktu sekitar 4 sampai 5 jam,” ujar Khaled.

Secara keseluruhan, terdapat lima stasiun dalam koridor dua kota suci tersebut, yaitu Makkah, Jeddah (Al Sulaymaniyah), Bandara Internasional King Abdulaziz, Kota Ekonomi King Abdullah (Rabigh), dan Madinah. Khusus Stasiun Bandara baru mulai beroperasi pada 2019. Menurut Khaled, peningkatan kapasitas pada musim haji ini sejalan dengan Strategi Transportasi dan Logistik Nasional Arab Saudi serta Visi Saudi 2030 yang bertujuan meningkatkan mobilitas dan memperbaiki layanan bagi para peziarah selama ibadah haji.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar