Di bulan Ramadan ini, Menteri Sosial Saifullah Yusuf punya pesan khusus. Ia menekankan, akurasi data adalah kunci utama agar bantuan sosial benar-benar sampai ke tangan yang membutuhkan. Tanpa data yang tepat, program sebaik apa pun bisa meleset sasaran.
Pria yang akrab disapa Gus Ipul itu tak main-main. Menurutnya, menghadirkan data akurat saat ini ibarat sebuah 'jihad' bersama. "Ini kesempatan baik untuk refleksi," ujarnya dalam sebuah acara Inspirasi Bulan Suci, Senin (9/3/2026).
"Kita bisa berbuat baik dengan cara kita masing-masing. Tapi dalam tugas kami, hal yang paling penting adalah menghadirkan data yang akurat. Saya sering bilang, mari kita berjihad bersama-sama untuk itu," tegas Gus Ipul.
Nah, untuk mewujudkan hal itu, Kementerian Sosial kini membuka beberapa saluran pelaporan. Masyarakat yang merasa berhak namun belum terdata, atau justru melihat ketidaktepatan data, bisa menyampaikan sanggah dan usulan.
Gus Ipul mengajak semua pihak turun tangan. Mulai dari ASN, perangkat desa, kepala daerah, hingga wartawan dan masyarakat biasa. "Setiap kita bisa berpartisipasi. Siapa pun kita," ajaknya.
Alasannya sederhana: sesuai arahan Presiden, pemerintah ingin membuka seluas-luasnya saluran aspirasi. "Agar semua keluhan, usul, dan sanggahan dari masyarakat bisa diwadahi, diproses, dan akhirnya menghadirkan data yang akurat," katanya.
Lalu, salurannya lewat mana?
"Ada aplikasi Cek Bansos, Command Center di nomor 021 171, dan sekarang kami tambah dengan WA Lapor Bansos di 08877171171," jelas Gus Ipul.
Melalui saluran-saluran itu, masyarakat bisa mengusulkan diri atau menyanggah data penerima. Misalnya, jika merasa memenuhi syarat, seseorang bisa mengajukan permohonan dengan melampirkan bukti-bukti pendukung.
"Nanti permintaan itu akan dikirim ke BPS untuk diverifikasi dan divalidasi. Tim akan turun ke lapangan untuk mengecek. Paling lambat dalam 3 bulan, sudah ada jawaban: diterima atau tidak," paparnya.
Upaya ini jelas bertujuan meminimalisir kesalahan data. Soalnya, masih kerap ditemui 'error' di lapangan. Ada yang seharusnya dapat bantuan malah terlewat, atau sebaliknya. Dengan sistem pelaporan yang lebih terbuka, kesalahan seperti ini diharapkan bisa dikoreksi.
"Ke depan, sistemnya akan sepenuhnya digital. Memang, kadang ada orang yang 'error', tidak terdeteksi sistem. Tapi dengan banyaknya saluran yang kita buka, mereka akhirnya bisa ketahuan dan masuk ke dalam database. Jadi, kesalahan karena orang yang terluput (exclusion error) atau yang seharusnya tidak masuk malah dapat (inclusion error), semoga bisa teratasi," pungkas Gus Ipul.
Acara Inspirasi Bulan Suci sendiri digelar untuk menyambut Ramadan. Bersama berbagai tokoh, acara ini berbagi gagasan solutif dan nilai-nilai kebajikan yang relevan bagi kemajuan bangsa.
Artikel Terkait
Polisi Tetapkan Dua Tersangka Penyiraman Air Keras di Cengkareng, Terancam 5 Tahun Penjara
Banjir Rendam Tiga Desa di OKU, 50 Rumah Terdampak dan Aktivitas Warga Terganggu
Menteri LH Siapkan Mitigasi Antisipasi Kebakaran Hutan Akibat El Nino Panjang
Mendagri Tito Karnavian Apresiasi Peran TNI dalam Kendalikan Inflasi dan Jaga Stabilitas Nasional