Latihan Militer Tiga Negara di Afrika Selatan: Sinyal di Tengah Gejolak Global

- Sabtu, 10 Januari 2026 | 17:25 WIB
Latihan Militer Tiga Negara di Afrika Selatan: Sinyal di Tengah Gejolak Global

Di perairan yang diterpa angin selatan yang kencang, tiga kapal perang dari negara yang berbeda-beda merapat di Afrika Selatan, Jumat lalu. Mereka datang dari China, Rusia, dan Iran. Rencananya, mereka akan menggelar latihan angkatan laut bersama selama seminggu penuh, hingga Jumat depan.

Latihan militer ini bukan sekadar rutinitas. Ia datang di saat ketegangan geopolitik global sedang memanas, terutama menyusul intervensi militer Amerika Serikat di Venezuela dan penangkapan mantan Presiden Nicolas Maduro. Latihan ini, dengan sendirinya, menarik perhatian banyak mata.

Menurut Kementerian Pertahanan China, latihan akan dibuka secara resmi pada Sabtu. Mereka menyebut operasi gabungan ini bertujuan untuk melindungi jalur pelayaran vital dan kegiatan ekonomi di kawasan.

“Latihan akan mencakup serangan terhadap target maritim dan operasi penyelamatan kontra-terorisme,” demikian laporan Al Jazeera, Sabtu.

Sejumlah saksi melihat kapal-kapal perang itu bergerak di sekitar pelabuhan yang melayani pangkalan angkatan laut utama di Simon's Town. Lokasinya strategis, tepat di ujung selatan Cape Town tempat Samudra Hindia dan Atlantik bertemu.

Pihak Angkatan Pertahanan Afrika Selatan punya penjelasan sendiri. Mereka menyatakan, latihan bersama semacam ini penting untuk bertukar pengetahuan dan praktik terbaik di antara angkatan laut masing-masing negara.

“Ini akan meningkatkan kemampuan operasional bersama kami,” begitu kira-kira pernyataan resmi mereka. Tujuannya, katanya, untuk berkontribusi pada keselamatan jalur pelayaran dan stabilitas maritim di kawasan.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar