Dinas Pendidikan Kabupaten Bone terus mendorong pemerataan penerimaan peserta didik baru di seluruh sekolah tingkat SD dan SMP, seraya mengimbau masyarakat untuk tidak lagi terpaku pada sekolah-sekolah yang selama ini dianggap favorit. Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Bone, Edy Saputra Syam, menegaskan bahwa pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tetap mengacu pada petunjuk teknis yang telah ditetapkan pemerintah. Namun, di balik prosedur tersebut, pihaknya berharap distribusi siswa dapat berlangsung lebih merata di seluruh sekolah di wilayah itu.
“Harapan kami, jangan sampai semua orang tua hanya menginginkan anaknya masuk ke sekolah tertentu yang dianggap unggulan. Semua sekolah harus mendapat kesempatan berkembang,” ujar Edy kepada wartawan, Minggu (7/6/2026).
Menurut Edy, fenomena penumpukan siswa di beberapa sekolah tertentu berpotensi menciptakan ketimpangan jumlah peserta didik. Sementara di sisi lain, masih terdapat sekolah yang mengalami kekurangan siswa baru setiap tahunnya. Ia mengungkapkan, berdasarkan laporan yang diterima, ada sekolah yang hanya menerima sekitar 25 siswa baru dalam satu tahun ajaran. Kondisi tersebut dinilai perlu menjadi perhatian serius karena dapat berdampak terhadap keberlangsungan sekolah di masa mendatang.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Disdik Bone terus menggenjot peningkatan mutu pendidikan melalui program Sekolah Model Beramal yang telah diluncurkan sebelumnya. Program ini diharapkan menjadi pemicu bagi seluruh sekolah di Bone untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan, baik dari sisi sarana prasarana maupun kualitas tenaga pendidik. “Program Sekolah Model Beramal diharapkan menjadi motivasi bagi sekolah-sekolah lain untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitasnya,” katanya.
Edy meyakini, apabila kualitas pendidikan semakin merata di seluruh wilayah, masyarakat tidak lagi terpaku pada sekolah tertentu. Orang tua akan lebih mudah memilih sekolah yang dekat dengan tempat tinggal tanpa khawatir terhadap kualitas pembelajaran yang diterima anak mereka. “Kalau semua sekolah memiliki kualitas yang baik, tentu orang tua tidak perlu lagi mencari sekolah yang jauh dari rumah hanya karena dianggap lebih unggul,” tambahnya.
Dukungan terhadap langkah pemerataan pendidikan ini juga datang dari kalangan orang tua siswa. Anita Amriani, warga Kecamatan Tanete Riattang, menilai kualitas pendidikan yang merata akan memberikan banyak manfaat bagi masyarakat. Menurutnya, faktor utama yang dicari orang tua bukanlah label sekolah favorit, melainkan mutu pembelajaran serta kenyamanan anak selama menempuh pendidikan.
“Kalau kualitas sekolah semakin merata, kami sebagai orang tua tentu lebih tenang memilih sekolah yang dekat dari rumah. Anak juga tidak perlu menempuh perjalanan jauh setiap hari,” ujarnya. Ia berharap pemerintah terus meningkatkan fasilitas pendidikan dan kualitas guru agar seluruh sekolah di Kabupaten Bone memiliki daya saing yang sama.
Dengan komitmen pemerataan yang terus didorong Disdik Bone, diharapkan seluruh sekolah di berbagai kecamatan dapat berkembang secara berkelanjutan dan menjadi pilihan utama masyarakat, sehingga kualitas pendidikan di Kabupaten Bone semakin maju dan merata.
Artikel Terkait
IATA Pangkas Proyeksi Laba Industri Penerbangan Global 2026 Hingga Setengahnya Akibat Konflik Iran-AS
Dari Warung Sederhana ke Usaha Tumbuh: Nasabah PNM Mekaar Buktikan Akses Modal dan Pendampingan Dorong Pelaku Ultra Mikro Naik Kelas
BP BUMN Tetapkan Danantara sebagai Perantara Tunggal Ekspor SDA Mulai Juni 2026
Trump Tolak Kenaikan Suku Bunga The Fed, Tekan Gubernur Baru Kevin Warsh