Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara terbuka menolak rencana kenaikan suku bunga acuan yang digagas oleh Federal Reserve (The Fed). Pernyataan ini disampaikan di tengah spekulasi pasar yang menguat bahwa bank sentral AS akan menaikkan suku bunga untuk mengendalikan inflasi, terutama setelah data ketenagakerjaan terbaru menunjukkan hasil yang lebih baik dari perkiraan.
Ketua The Fed yang baru, Kevin Warsh, dijadwalkan memimpin pertemuan kebijakan perdananya pada bulan ini. Pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) yang akan berlangsung pada 16-17 Juni mendatang menjadi momen krusial, mengingat tekanan politik yang mulai mengarah kepadanya sejak awal masa jabatan. Trump, yang kembali menduduki kursi kepresidenan, telah mendorong Warsh untuk menurunkan suku bunga demi mempercepat pertumbuhan ekonomi.
“Ketika ada laporan yang bagus, pasar keuangan turun karena mereka berpikir The Fed akan menaikkan suku bunga,” ujar Trump dalam sebuah wawancara. Ia menegaskan bahwa tidak ada alasan untuk menaikkan suku bunga saat ini. “Menaikkan suku bunga acuan adalah hal yang salah untuk dilakukan. Kita seharusnya menurunkan suku bunga,” tambahnya.
Sikap Trump ini menambah tekanan terhadap Warsh yang baru saja menggantikan Jerome Powell. Sebelumnya, Trump kerap mengkritik Powell melalui media sosial karena dianggap terlalu lamban dalam memangkas suku bunga. Kini, dengan kepemimpinan baru di The Fed, perhatian publik tertuju pada apakah bank sentral akan tetap independen atau mulai merespons tekanan politik yang kian intens.
Artikel Terkait
IHSG Anjlok 2,87 Persen ke Level 5.434, Sektor Kesehatan Paling Tertekan
Polisi Gagalkan Aksi Debt Collector Tarik Paksa Motor di Parkir RSUD Metro
Diskualifikasi Adrian Fernandez di Enam Seri, Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat Ketiga Moto3 2026
IATA Pangkas Proyeksi Laba Industri Penerbangan Global 2026 Hingga Setengahnya Akibat Konflik Iran-AS