Departemen Keuangan AS yakin punya uang yang cukup untuk mengembalikan tarif kepada para importir. Klaim ini muncul menunggu keputusan Mahkamah Agung soal sah atau tidaknya kebijakan darurat era Trump dulu. Scott Bessent, sang Menteri Keuangan, bilang dana kas pemerintah lebih dari cukup buat urusan itu.
Tapi jangan bayangkan uangnya cair sekaligus. Bessent mengaku, proses pengembaliannya bakal bertahap. Bisa makan waktu berminggu-minggu, berbulan-bulan, atau bahkan lebih dari setahun. “Kita tidak berbicara tentang uang yang keluar sekaligus dalam satu hari,” katanya.
Dalam wawancara dengan Reuters, Bessent sebenarnya meragukan Mahkamah Agung akan memutuskan melawan kebijakan Trump. Namun begitu, kalau pun itu terjadi, dia justru melihatnya sebagai keuntungan besar bagi korporasi. Pasalnya, banyak perusahaan itu sudah membebankan kenaikan biaya ke konsumen.
"Ini tidak akan menjadi masalah jika memang harus dilakukan. Tapi saya bisa katakan, jika itu terjadi yang menurut saya tidak akan ini hanyalah sia-sia bagi korporasi. Costco, yang menggugat pemerintah AS, apakah mereka akan mengembalikan uang itu kepada para pelanggannya?"
Dia juga membantah keras anggapan bahwa tarif Trump memicu inflasi. Menurutnya, perusahaan-perusahaan pada umumnya tidak meneruskan beban tarif ke konsumen. Kalaupun ada, jumlahnya sangat kecil, hampir tidak berarti.
Artikel Terkait
Bobotoh Kepincut Kapten Persija, Rizky Ridho Jadi Rebutan Jelang Duel Klasik
OKI Kecam Israel: Pengakuan Somaliland Dinilai Langgar Kedaulatan Somalia
Kekejaman di Clay County: Seorang Pria Tewaskan Enam Orang, Termasuk Anak 7 Tahun
Diskon Pajak Bodong di Jakarta Utara, Skema Korupsi Ternyata Berulang