JAKARTA – Banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera tak hanya merusak rumah. Fasilitas pendidikan dan keagamaan juga ikut menjadi korban. Menanggapi hal ini, Kementerian Agama pun bergerak cepat menyiapkan bantuan untuk pemulihan pascabencana.
Rencana penyaluran bantuan itu diungkapkan langsung oleh Menteri Agama, Nasaruddin Umar. Ia menyampaikannya dalam Rapat Tingkat Menteri untuk penanganan bencana, Rabu (17/12/2025) lalu di Jakarta. Rapat itu sendiri dipimpin oleh Menko PMK.
Menurut Nasaruddin, kerusakan yang terjadi cukup parah. “Kerusakan pada fasilitas pendidikan keagamaan di Aceh dan Sumatera tergolong signifikan,” ujarnya.
Ia merinci, ada sekitar 470 madrasah, 322 pondok pesantren, dan 13 Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri yang terdampak. Angka yang tidak kecil dan butuh perhatian serius.
Di sisi lain, Nasaruddin memastikan bahwa pihaknya sudah menyiapkan anggaran dan aset untuk mendukung pemulihan. Baik untuk perbaikan fisik bangunan maupun agar operasional lembaga-lembaga itu bisa kembali berjalan.
Artikel Terkait
BNPB Wanti-wanti: 2027 Jadi Tahun Kritis Siklus Karhutla
AHY Ungkap Makna Lebih Dalam di Balik Program Gentengisasi Prabowo
Suite Class KAI Meledak: Penumpang Naik Hampir 90% dalam Dua Tahun
Slowakia Tawarkan Paket Lengkap untuk PLTN Pertama Indonesia