Menteri Perdagangan Budi Santoso, atau yang biasa dipanggil Busan, angkat bicara soal kehadiran Koperasi Desa Merah Putih. Ia menegaskan, kehadiran koperasi ini sama sekali bukan ancaman bagi ritel modern. Malah sebaliknya. Menurutnya, ini justru membuka pintu kerja sama yang lebar antara koperasi, distributor, dan jaringan minimarket yang sudah ada.
Tujuannya sederhana: memberdayakan ekonomi warga desa. Caranya? Dengan memangkas jarak distribusi, sehingga barang-barang kebutuhan bisa lebih mudah dan murah sampai ke tangan konsumen di pelosok.
"Jadi Koperasi Desa Merah Putih yang sudah ada di daerah-daerah itu sebenarnya ingin lebih dekat distribusinya kepada para konsumen yang ada di desa," jelas Busan.
Ia melanjutkan, "Nah ini sebenarnya kesempatan bagus untuk saling kolaborasi dengan minimarket, dengan distributor untuk menyalurkan produknya melalui Koperasi Desa Merah Putih."
Pernyataan itu disampaikannya dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta Pusat, Kamis lalu.
Busan lantas memberi contoh. Pola kemitraan semacam ini sebenarnya bukan hal baru. Lihat saja toko kelontong tradisional. Selama ini, banyak dari mereka yang pasokannya justru datang dari ritel modern atau distributor besar. Skema serupa bisa diterapkan dengan Koperasi Desa.
Artikel Terkait
Timnas U-17 Hadapi Timor Leste di Pembuka Piala AFF, Tekanan Tinggi Usai Catatan Buruk
KAI Daop 1 Jakarta Tegas Akan Tindak Pelaku Buang Sampah Sembarangan di Stasiun
Kebijakan WFH ASN Turunkan Jumlah Penumpang LRT Jabodebek 10 Persen
Arbeloa Tegaskan Real Madrid Tak Akan Menyerah di Pengejaran Gelar La Liga