Padahal, jutaan orang di penjuru dunia dari berbagai latarbelakang suku, bangsa dan agama yang berbeda- beda, sudah melakukan demonstrasi menuntut agar Israel menghentikan aksinya itu.
“18 ribu lebih korban jiwa rakyat Palestina, di mana 8.000 lebih terdiri dari anak-anak dan 6.200 perempuan meninggal dunia,” papar Jazuli Juwaini.
“Pantas kita bertanya dimana rasa kemanusiaan AS? Dimana pembelaan hak asasi manusia yang selama ini diagung-agungkan dan dijadikan agenda global politik luar negeri AS? Kita sangat kecewa AS telah mati rasa kemanusiaannya di mata dunia,” kata Jazuli Juwaini.
Sebagai Wakil Presiden Forum Anggota Parlemen Muslim Dunia (IIFP), Jazuli Juwaini menambahkan, apa yang dilakukan Amerika Serikat sangat ironis.
Amerika Serikat yang katanya negara paling demokrasi, negara yang paling membela hak asasi manusia, malah memveto resolusi kemanusiaan untuk menghentikan perang dengan korban jiwa sipil begitu besar.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: lombokinsider.com
Artikel Terkait
Macron Serukan Koalisi Kemerdekaan untuk Lawan Dominasi AS dan China
Iran Klaim Tembak Jatuh Dua Jet Tempur AS, Bantah Klaim Trump Soal Pertahanan Udara
Akademisi Soroti Troll Army sebagai Alat Baru Propaganda Politik di Era Digital
Trump Ancam Rebut Pulau Kharg, Ultimatum AS ke Iran Berakhir 6 April